Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Way Kanan melaksanakan apel rutin pagi pada Senin, 26 Agustus 2024, di halaman kantor. Apel ini dihadiri oleh pejabat struktural, pegawai ASN, dan Non-ASN, dan bertujuan untuk memperkuat kedisiplinan serta semangat kerja di lingkungan Kemenag.
Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Way Kanan, Masir Ibrahim, memberikan sambutan yang penuh motivasi. Dalam amanatnya, Masir menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran seluruh peserta apel. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin dalam pelaksanaan apel pagi sebagai wujud komitmen bersama dalam menjalankan tugas.
“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh pegawai yang telah rutin hadir dalam apel pagi setiap hari Senin. Kehadiran bapak-ibu menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap disiplin dan kedisiplinan kita bersama,” ujarnya.
Selain itu, Kakankemenag juga mengingatkan tentang Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor SE. 19 Tahun 2024 Tentang Pakaian Dinas Harian Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Republik Indonesia. “Saya harapkan semua pegawai telah mulai menyesuaikan pakaian sesuai dengan edaran terbaru. Kepatuhan terhadap peraturan ini adalah bagian penting dari penegakan etika kerja kita,” ucap Kakankemenag.
Beliau kemudian membahas pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. “Integritas adalah kunci utama dalam setiap pekerjaan. Mari kita laksanakan tupoksi masing-masing dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Kualitas pekerjaan kita mencerminkan integritas pribadi kita,” tegasnya.
“Ketika kita bekerja dengan integritas, kita tidak hanya menjalankan tugas tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan bersama. Rasa memiliki terhadap pekerjaan kita akan meningkatkan motivasi dan dedikasi, serta menghasilkan kerja yang lebih berkualitas,” lanjutnya.
Melanjutkan arahannya, Kakankemenag menekankan bahwa bekerja dengan hati akan berdampak pada hasil yang lebih baik dan membawa berkah. “Bekerja dengan ketulusan hati bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang rasa memiliki terhadap pekerjaan kita. Rasa memiliki ini akan menjadikan pekerjaan kita lebih berarti dan berharga,” ujarnya.
Sebagai penutup, Masir Ibrahim mengajak seluruh pegawai untuk terus memperbaiki kinerja dan menjaga semangat kerja. “Mari kita terus bekerja dengan hati, meningkatkan dedikasi, dan berkomitmen untuk mencapai hasil yang terbaik. Semoga ke depan kita dapat lebih ikhlas dan serius dalam melaksanakan tugas, sehingga setiap pekerjaan kita memberikan kontribusi yang positif bagi organisasi dan masyarakat,” harapnya. (Fit/Hand)
Editor : Fadilah
