Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

ASAS dan PAS Ganjil 2024 Dimulai, Kepala MAN 1 Pringsewu: Kerjakan dengan Maksimal

Kamis, 28 November 2024 Muhammad Faizin
ASAS dan PAS Ganjil 2024 Dimulai, Kepala MAN 1 Pringsewu: Kerjakan dengan Maksimal
Muhammad Faizin
Muhammad Faizin

Pringsewu, Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil di MAN 1 Pringsewu resmi dimulai hari ini. Kegiatan evaluasi pembelajaran semester ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai dari 28 November hingga 9 Desember 2024.

Kepala MAN 1 Pringsewu, Fathul Bari, mengingatkan siswa untuk serius mengikuti ujian ini. Ia meminta peserta untuk menjalani proses evaluasi dengan maksimal.

 "Kerjakan dengan maksimal, jangan terburu-buru. Soal yang disiapkan guru dibuat dengan matang, jadi jangan sampai dikerjakan tanpa membaca terlebih dahulu," pesannya sebelum pelaksanaan ujian, Kamis (28/11/2024).

"Evaluasi seperti ini merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar. Ini bukan sekadar ujian, tetapi juga refleksi atas apa yang telah kita capai dan apa yang perlu diperbaiki," imbuhnya.

Selain itu, Fathul Bari mengingatkan pentingnya keseriusan dan tanggung jawab dalam mengikuti ujian. Ia berharap para siswa memanfaatkan waktu dengan baik untuk menyelesaikan soal secara teliti.

Dengan persiapan yang matang dan pengawasan yang ketat, ia berharap pelaksanaan ASAS dan PAS Ganjil 2024 di MAN 1 Pringsewu dapat berjalan lancar dan menghasilkan evaluasi yang objektif serta akurat.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas X dampai XII. Evaluasi ini menggunakan sistem online dengan menggunakan HP aplikasi khusus. Ia menyampaikan kemungkinan sistem ini akan menjadi yang terakhir seiring dengan adanya kebijakan tidak boleh membawa HP pada tahun 2025.

Kepala MAN 1 Pringsewu menegaskan bahwa kebijakan ini diterapkan Kementerian Agama untuk menciptakan lingkungan ujian yang lebih tertib dan efektif.

"HP lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, terutama dalam suasana ujian. Tidak ada toleransi untuk membawa HP ke dalam ruang ujian," ujarnya.