Bandar Lampung (Humas) ---
Tujuan dari kegiatan survei Audit Akurasi Data Pendidikan Islam Tahun 2024
adalah Mengukur kualitas dan tingkat akurasi data EMIS 4.0, Mengidentifikasi
tantangan dan isu yang dihadapi oleh user, mengindentifikasi dan menggali
dampak penerapan EMIS 4.0 terhadap akurasi data, memberikan saran dan
rekomendasi dari temuan. Selasa (21/05/2024)
Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam Kementerian Agama RI, melalui
proyek Realizing Education’s Promise-Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) pada tahun 2024 akan melaksanakan kegiatan
Audit Akurasi Data Pendidikan Islam Tahun 2024.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menunjuk
PT Geo Informasi Sejahtera (GeoINFO) sebagai konsultan pelaksana pekerjaan berdasarkan kontrak Nomor : 848/PMU.MEQR/PC/VII/2023 tanggal
7 Juli 2023 untuk melakukan survey
langsung ke beberapa satuan pendidikan RA, MI, MTs, dan MA serta satuan Pendidikan PDF, PKPPS, dan
SPM yang terpilih sebagai sampel dalam kegiatan ini pada 18 April – 30 Juni 2024.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)
1 Bandar Lampung merupakan salah satu satuan pendidikan yang terpilih sebagai
sampel, untuk pelaksanaan survei.
Kepala MIN 1 Bandar Lampung
Hizbuddin Burmelli, S.Pd,.MM., pada kesempatan ini juga turut serta mendampingi
tim surveyer yaitu Zomiyus dari GeoINFO, Zomiyus menjelaskan Survei Audit data
madrasah yang disurvei meliputi data lembaga, data guru, data tenaga
kependidikan, data siswa, dan data sarana prasarana.
"Untuk pelaksanaan survei audit ini kami minta data madrasah yang terkait dengan data lembaga, data guru, data tenaga kependidikan, data siswa dan data sarana
prasarana " ujar Zomiyus
.
Kepala MIN 1 Bandar Lampung
Hizbuddin Burmelli saat mendampingi kegiatan survei mengungkapkan bahwa pihak
madrasah pastinya siap dalam membantu memberikan data dan dokumen yang diminta
selama audit berlangsung.
"Kami dari madrasah siap
memberikan data dan dokumen yang akan diperlukan". Ujarnya
“Mudah-mudah dengan adanya survei ini menjadikan madrasah lebih baik lagi terutama dalam melalui sistem Emis,” tutup Hizbuddin. ( Alwin/ Gapian/Musholin)
Editor : Fadilah
