Seputih Raman, KUA (Humas) — Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) tidak sekadar menjadi ajang perkenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menanamkan karakter, nilai-nilai keagamaan, serta membangun kesiapan mental generasi muda dalam menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan. Semangat inilah yang diwujudkan melalui kolaborasi antara MTs Ma'arif 06 Seputih Raman dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seputih Raman dalam pelaksanaan MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027 yang diikuti 40 peserta didik baru.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala MTs Ma'arif 06 Seputih Raman, Azis Mashuri, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru dan mengajak mereka memanfaatkan masa belajar di madrasah sebagai proses membangun karakter, meningkatkan prestasi, serta memperkuat akhlak mulia.
"Selamat datang kepada seluruh peserta didik baru MTs Ma'arif 06 Seputih Raman. Jadikan masa belajar di madrasah ini sebagai kesempatan untuk membentuk pribadi yang beriman, disiplin, bertanggung jawab, dan berprestasi. Ikutilah seluruh rangkaian MATAMUDA dengan sungguh-sungguh karena kegiatan ini menjadi bekal awal untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi pedoman selama menempuh pendidikan," ujar Azis Mashuri.
Ia juga mengapresiasi sinergi KUA Kecamatan Seputih Raman yang turut memberikan pembinaan kepada peserta didik baru melalui materi-materi yang relevan dengan kebutuhan remaja di era saat ini.
Dalam kegiatan tersebut, Mujianto, S.Pd.I., M.Pd., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Seputih Raman, menyampaikan materi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang berfokus pada pembentukan karakter, kesiapan fisik dan mental, serta kesehatan reproduksi remaja. Menurutnya, masa remaja merupakan fase penting dalam membentuk kepribadian sehingga perlu dibekali pemahaman yang benar agar mampu menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta memiliki karakter yang kuat.
"Generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik, mampu menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama sebagai bekal menghadapi masa depan," jelas Mujianto.
Selanjutnya, M. Nur Arifin memberikan sosialisasi Rashdul Qiblat, yakni fenomena ketika matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga dapat dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat. Melalui materi tersebut, para peserta dikenalkan pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah sekaligus diperkenalkan dengan ilmu falak sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam.
Sementara itu, Ahmad Komarudin, S.H. membawakan materi Generasi Qur'ani. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup melalui kebiasaan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, generasi Qur'ani merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selain memperoleh wawasan keagamaan, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai tantangan remaja, pentingnya menjaga akhlak, serta membangun budaya belajar yang positif sejak hari pertama memasuki madrasah.
Melalui kolaborasi ini, KUA Kecamatan Seputih Raman bersama MTs Ma'arif 06 Seputih Raman berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, memahami nilai-nilai keagamaan, serta mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada ajaran Islam. Sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama juga diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi religius, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin masa depan.