Pringsewu, Di era modern ini, kemampuan berdakwah menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda, khususnya pelajar. Kemampuan ini tidak hanya berguna dalam menyampaikan pesan-pesan agama, tetapi juga dalam membentuk kepribadian yang matang, mampu berbicara di depan umum, dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Di antara kemampuan dakwah tersebut adalah menjadi khatib dan imam tahlil. Dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, keberadaan pelajar yang siap menjadi khatib atau pemimpin dalam kegiatan keagamaan menjadi semakin relevan.
Menjawab tantangan tersebut, Program Pengembangan Diri (PD) Rohis MAN 1 Pringsewu melakukan penguatan bagi para anggotanya, dengan fokus utama melatih kemampuan menjadi khatib dan pemimpin tahlil.
Pembina Rohis, Ustadz Sofwan, menyatakan bahwa tujuan program ini adalah membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk memimpin doa dan tahlil dalam masyarakat, mengingat mayoritas penduduk setempat beragama Islam.
Pelatihan ini mencakup praktik langsung membaca Yasin dan doa-doa tahlil lainnya, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam memimpin kegiatan keagamaan di komunitas mereka.
"Setelah menjalani latihan dan praktik langsung, Alhamdulillah, para siswa menunjukkan kemajuan yang signifikan. Mereka sekarang mampu menjalankan tugas sebagai khatib dan pemimpin tahlil dengan lancar," ungkapnya saat diwawancarai Laskar Tinta Emas Ekskul Jurnalistik MAN 1 Pringsewu, Sabtu (7/9/2024).
Program ini dirancang untuk memastikan para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa memimpin doa dalam berbagai kesempatan. Ia berharap, dengan pelatihan ini, para siswa dapat menjadi teladan dan pemimpin dalam kegiatan keagamaan di lingkungan mereka.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dakwah di masa mendatang. Menurutnya, anggota Rohis harus terus memperdalam ilmu agama, mengasah kemampuan berdakwah, dan berani mengambil peran di masyarakat.
“Harapan saya, para siswa tidak hanya berhenti di sini. Mereka harus terus berkembang dan berkontribusi lebih luas lagi, baik di sekolah maupun di masyarakat,” harapnya.
Ia berharap bahwa pengalaman yang mereka dapatkan melalui PD Rahis yang dilaksanakan setiap Hari Sabtu di MAN 1 Pringsewu ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan.
“Semoga para anggota Rohis ini dapat menjadi sosok-sosok yang mampu membimbing generasi berikutnya, serta menjadi penggerak dalam menjaga nilai-nilai agama di tengah masyarakat,” tutupnya. (Asma bilqis & Az-zahra shafa)
