Lampung, Kanwil (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain membuka Bimbingan Teknis Praktik Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Percontohan (Piloting) Indonesia Tahun Ajaran 2025/2026 melalui aplikasi zoom meeting, Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Kakanwil mengapresiasi Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Lampung Rokhman beserta seluruh jajaran pengurus dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
“Sehingga kita bisa terus berupaya mengimplementasikan program prioritas Menteri Agama di bidang pendidikan untuk menyusun strategi dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta pada proses pembelajaran di madrasah,” katanya.
Kakanwil menginginkan madrasah yang ada di Provinsi Lampung agar dapat bersinergi untuk menciptakan madrasah yang benar-benar ramah anak dengan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kurikulum ini merupakan gerakan moral yang menempatkan budaya agar anak-anak kita mampu memproteksi dirinya dari sikap-sikap yang tidak baik, menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada diri sendiri, kepada tanah air serta cinta terhadap keberagaman. Kita tahu bahwa pluralitas itu adalah suatu keniscayaan, maka ketika anak-anak bisa bersama-sama saling memberikan cinta akan tercipta harmoni yang sangat indah,” tuturnya.
Menurut Kakanwil, konsep cinta yang digulirkan oleh Menteri Agama adalah Unconditional Love atau cinta yang tidak bersyarat.
“Maka yang harus kita tanamkan adalah cinta yang tidak mendiskriminasi perbedaan. Kita tidak boleh mencaci maki perbedaan, karena bisa jadi orang yang kita anggap rendah adalah mereka yang terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Kakanwil berpesan agar manajemen piloting dapat terarah dan bertanggung jawab melalui pola satu pengawas membina satu madrasah.
“Itu adalah standar minimal. Jadi pengawas madrasah tidak hanya mengawasi di bidang akademik, tetapi juga di bidang manajerial dan bertanggung jawab dalam pembinaan guru. Baik kompetensi dan kinerja guru secara berkala, maupun pada kinerja kepala madrasah dan tenaga kependidikan. Pengawas harus berperan aktif untuk evaluasi konsep madrasah yang ramah anak. Bukan hanya sarana prasarananya saja, tetapi juga metode mengajarnya,” bebernya.
Kakanwil menambahkan bahwa kita harus memiliki strategi untuk mengimplementasikan cinta di dalam kurikulum. Agar siswa-siswi madrasah dapat menjadi manusia yang beriman kepada Allah, memiliki kecerdasan dalam ilmu pengetahuan, dan juga berakhlakulkarimah.
“Strategi ini bisa kita mulai dari diri sendiri untuk menebarkan cinta. Ingat, bahwa mengajar bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi juga harus mendidik dengan cinta. Semoga yang kita lakukan ini dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” pesannya.
Sebelumnya, Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Lampung, Rokhman melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 1000 peserta. Adapun tujuan kegiatan adalah memberikan pembekalan serta pemahaman yang utuh kepada kepala madrasah dan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi madrasah dalam memahami arah kebijakan, praktik, strategi implementasi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Kurikulum Berbasis Cinta. Melalui bimtek ini, diharapkan madrasah semakin siap menghadirkan pembelajaran yang humanis, religius, berkarakter, dan berpihak pada tumbuhnya budaya madrasah yang penuh kasih, disiplin, serta berakhlak mulia. Adapun narasumber pada hari ini adalah Pengawas Piloting Kemenag RI Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Haryudi dan Kepala MI Piloting Kemenag RI Kabupaten Tuban, Jawa Timur Moch. Saifullah,” urainya.