Search

Buka Orientasi PPPK, Ka.Kanwil Bekali ASN tentang Integritas dan Profesionalitas

buka-orientasi-pppk-kakanwil-bekali-asn-tentang-integritas-dan-profesionalitas
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung, Puji Raharjo, secara resmi membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung pada Senin (11/10). Acara ini berlangsung di Asrama Haji Rajabasa, Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Puji menegaskan pentingnya orientasi ini sebagai bekal bagi para pegawai PPPK untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan profesionalisme, sesuai visi Kementerian Agama dan pemerintah pusat. “Orientasi ini merupakan langkah awal untuk membentuk ASN yang berkomitmen pada nilai-nilai dasar seperti profesionalisme dan akuntabilitas,” ujar Puji.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia kini memasuki era pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang telah dilantik pada 20 Oktober 2024. Pemerintahan Kabinet Merah Putih ini mengusung visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yang akan diwujudkan melalui delapan misi strategis atau Asta Cita.

“Asta Cita menjadi arah pembangunan nasional dengan tujuan membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, serta mengedepankan pembangunan di berbagai sektor, termasuk agama dan pendidikan,” jelas Puji.

Dikatakan Puji, Asta Cita yang meliputi memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM), Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba, dan emperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.


Puji menekankan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki peran penting dalam mewujudkan Asta Cita, terutama dalam misi keempat, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta meningkatkan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. “Di setiap lembaga pendidikan agama, kita harus menghargai keberagaman dan memberikan perlakuan yang inklusif, khususnya bagi perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” ujar Puji, menambahkan bahwa segala bentuk diskriminasi, termasuk perundungan dan kekerasan terhadap anak, tidak akan ditolerir.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PWNU Lampung ini menjelaskan bahwa Kementerian Agama akan berperan aktif dalam pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari Asta Cita keenam. Upaya tersebut mencakup pembangunan Pusat Pendidikan Agama di wilayah 3T dan pengembangan lembaga pendidikan agama sebagai motor ekonomi lokal. “Lembaga-lembaga pendidikan agama, seperti madrasah dan pondok pesantren, juga akan kita dorong untuk mengembangkan ekonomi lokal, misalnya melalui koperasi atau kantin,” tambahnya.

Puji juga menyoroti pentingnya reformasi politik, hukum, dan birokrasi yang berada dalam Asta Cita ketujuh. Menurutnya, reformasi ini mencakup digitalisasi layanan pendidikan agama untuk menciptakan transparansi dan efisiensi. “Saya harap PPPK di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung dapat menghindari praktik korupsi dan pungutan liar, demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam penutupnya, Puji menggarisbawahi bahwa toleransi dan keharmonisan antarumat beragama merupakan inti dari misi Kementerian Agama yang tercantum dalam Asta Cita kedelapan. “Saya berharap PPPK dapat menjadi agen moderasi beragama di tengah masyarakat, mempraktikkan ajaran agama dengan penuh toleransi dan menjaga harmoni, baik dengan pemeluk agama lain maupun sesama umat beragama yang memiliki cara beribadah yang berbeda,” pungkasnya.(Anggithya/R. Hasby)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil