Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Bukan Sekadar Upacara, Pitra Puja Simpan Makna Mendalam Tentang Bakti Kepada Leluhur

Sabtu, 06 Juni 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Bukan Sekadar Upacara, Pitra Puja Simpan Makna Mendalam Tentang Bakti Kepada Leluhur
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas)-  Upaya meningkatkan pemahaman keagamaan umat Hindu terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah melalui kegiatan pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan keagamaan masyarakat. Salah satunya dilaksanakan dalam rangkaian Pitra Puja di Kampung Indra Putra Subing, Kecamatan Terbanggi Besar, Jum'at (5/6/2026), yang dihadiri Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H.

Kegiatan yang berlangsung di tengah pelaksanaan upacara penghormatan kepada leluhur tersebut diikuti umat Hindu setempat dengan penuh khidmat. Selain mengikuti persembahyangan bersama, umat juga mendapatkan pembinaan keagamaan guna memperdalam pemahaman mengenai makna dan tujuan pelaksanaan Pitra Puja dalam ajaran Hindu.

Dalam materinya, I Ketut Ginada menjelaskan bahwa Pitra Puja merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Hindu yang mencerminkan rasa hormat, bakti, dan penghargaan kepada leluhur atas jasa serta pengorbanan yang telah diberikan semasa hidupnya.

Menurutnya, pelaksanaan Pitra Puja berlandaskan konsep Pitra Ṛṇa, yakni kewajiban suci umat Hindu kepada leluhur yang diwujudkan melalui penghormatan, doa, serta pelaksanaan upacara keagamaan sesuai tuntunan sastra agama Hindu.

"Pitra Puja tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran spiritual tentang pentingnya menghormati orang tua dan leluhur sebagai bagian dari pengamalan dharma," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa Pitra Puja memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan umat Hindu, yakni memperkuat hubungan spiritual antara keturunan dan leluhur, sekaligus menjadi pengingat agar generasi penerus senantiasa menjaga nilai-nilai kebajikan yang diwariskan oleh para pendahulunya.

Melalui pembinaan tersebut, umat diajak memahami bahwa setiap rangkaian upacara yang dilaksanakan memiliki makna filosofis yang mendalam. Dengan pemahaman yang baik, pelaksanaan yadnya kepada leluhur tidak hanya dilakukan sebagai kebiasaan turun-temurun, tetapi juga dilandasi keyakinan (śraddhā) dan ketulusan (bhakti) yang kuat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat sambutan positif dari umat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai aspek ajaran Hindu, khususnya terkait pelaksanaan Pitra Puja.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah berharap umat Hindu semakin memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap pelaksanaan yadnya, sehingga mampu mengimplementasikan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur.