Way Kanan, KUA Blambangan Umpu (Humas) - - Cinta memang tak mengenal batas negara. Hal ini terbukti dari pernikahan Siti Hariyani warga asli Gistang Kecamatan Umpu semenguk, Way Kanan dengan Tarik Mehmed asal Swiss berkewarganegaraan Jerman. Selasa, 12 Agustus 2025 kemarin.
Prosesi akad nikah berlangsung
khidmat dipimpin Kepala KUA Blambangan Umpu, Herman Fahri. Dalam acara
tersebut, Tarik Mehmed dengan lancar mengucapkan ijab kabul dalam bahasa
Inggris dan Indonesia, disaksikan oleh keluarga mempelai dan para saksi.
Menurut Herman Fahri, pernikahan
beda negara ini merupakan momen istimewa bagi KUA Blambangan Umpu.
"Kami sangat bangga bisa
memandu pernikahan ini. Sebab pernikahan ini menunjukkan bahwa cinta bisa
menyatukan dua budaya yang berbeda," ujar Herman.
Herman Fahri menekankan bahwa
pernikahan adalah ibadah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia juga
mengingatkan pentingnya komunikasi, saling memahami, dan menghargai perbedaan
budaya dalam membangun rumah tangga, terlebih bagi pasangan dengan latar
belakang negara yang berbeda.
"Pernikahan antara Tarik Mehmed
dan Siti Hariyani menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, di mana dua insan
dari negara berbeda dapat disatukan dalam ikatan suci pernikahan berlandaskan
iman yang sama. Momen ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat
Kampung Gistang, yang jarang menyaksikan pernikahan lintas negara secara
langsung,"papar Herman di sela-sela Khutbah nikah yang ia sampai
menggunakan Bahasa Inggris Tersebut.
Sementara, Tarik Mehmed sendiri
mengaku jatuh hati pada Siti Hariyani
karena kesabaran dan sopan santunnya.
"Istriku ini adalah wanita yang
baik dan sabar. Saya sangat bahagia bisa menikahinya," ungkap Tarik Bule asal jerman ini dalam bahasa Inggris
sedikit campur bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.
Pernikahan Tarik Mehmed dan Siti
Hariyani ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Umpu Semenguk dan sekitarnya. Banyak yang
mendoakan agar pasangan ini bisa membangun rumah tangga yang bahagia dan
langgeng.
"Semoga pernikahan mereka langgeng sampai kakek nenek, dan menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa cinta itu universal," kata Okta salah satu warga yang turut hadir dalam acara tersebut. (Ayni/Oksi/Fitria)
