Pesisir Barat, Kemenag (Humas) --- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga.
Kegiatan ini dilangsungkan di Aula MAN 1 Pesisir Barat pada hari Kamis (27/11/2025) pagi. BRUS kali ini dihadiri oleh 60 siswa dan siswi MAN 1 Pesisir Barat.
BRUS dilaksanakan sebagai upaya strategis Kemenag untuk memberikan pemahaman, pengetahuan, dan wawasan yang mendalam kepada remaja mengenai kehidupan berkeluarga, serta mencegah pernikahan usia dini bagi para pelajar.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Irhamsyah. Ia menekankan bahwa fase remaja adalah waktu emas untuk mempersiapkan diri secara mental dan fisik saat menyampaikan sambutan pembuka.
"Masa depan yang cerah berawal dari persiapan yang matang. Bekal utama dalam membangun keluarga yang bahagia bukan hanya cinta, tetapi ilmu, kedewasaan emosional, dan kemandirian ekonomi," ujar Irhamsyah.
Ia menambahkan, pernikahan yang dilakukan di usia sekolah atau usia dini dapat menjadi penghambat utama bagi cita-cita dan perkembangan pribadi. "Pernikahan dini seringkali menciptakan berbagai masalah. Fisik, mental, dan ekonomi seorang remaja belum siap untuk melakukan pernikahan," tegasnya.
Irhamsyah berharap 60 peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan dan penyampai informasi kepada teman sebaya mereka, sehingga kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga yang matang dapat meluas di kalangan remaja Pesisir Barat.
Kegiatan BRUS ini diisi dengan berbagai materi interaktif yang disampaikan oleh 3 narasumber ahli yang merupakan penyuluh agama Islam di Kemenag Pesisir Barat. Yusnani selaku Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kemenag Pesisir Barat berkolaborasi dengan Hermansyah dan Melyani untuk menyampaikan materi interaktif kepada peserta yang hadir. Para peserta menyambut materi dengan antusiasme yang tinggi.
Penyelenggaraan BRUS merupakan komitmen Kemenag Pesisir Barat untuk mencetak generasi muda yang cerdas sekaligus membangun kerukunan masyarakat melalui perencanaan keluarga yang matang. (Richard/Anggithya)
