Pringsewu, Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, sehat, dan asri, MAN 1 Pringsewu meluncurkan program unggulan bertajuk TOM (Tanaman Obat Madrasah). Program ini menggabungkan aspek penghijauan dengan edukasi kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga).
“Program penanaman tanaman hijau dapat membuat lingkungan sekolah lebih asri dan nyaman,” ujar Melistyowati, Koordinator Adiwiyata bidang Tanaman Hijau, saat peluncuran program, baru-baru ini.
Ia menjelaskan bahwa TOM merupakan bentuk kepedulian madrasah terhadap kelestarian lingkungan sekaligus sebagai alternatif pengobatan tradisional yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan.
Beberapa jenis tanaman obat yang ditanam antara lain sirih merah, jahe, kunyit, kencur, dan temulawak. Tanaman-tanaman ini tidak hanya dikenal memiliki khasiat kesehatan, tetapi juga mudah dirawat, sehingga cocok dijadikan sebagai media pembelajaran siswa.
Meski menghadapi tantangan keterbatasan lahan, MAN 1 Pringsewu tetap berinovasi. Tanaman-tanaman tersebut ditanam dalam pot dan ditempatkan di sudut-sudut halaman sekolah serta halaman kelas.
“Walaupun lokasi MAN 1 Pringsewu cukup sempit dan tidak datar, hal itu tidak menghalangi kami untuk tetap menghijaukan lingkungan sekolah,” tambah Melistyowati.
Dampak positif dari program TOM sudah mulai terasa. Suasana sekolah menjadi lebih sejuk dan estetis, serta memberikan suasana belajar yang lebih nyaman. Tanaman obat yang hadir di lingkungan sekolah juga menjadi sarana efektif untuk mengenalkan manfaat tanaman herbal kepada para siswa.
Dengan semangat kolaborasi antara guru, siswa, dan wali murid, program TOM diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, hijau, dan bermanfaat jangka panjang. (Azzahra Shafa)
