Pesawaran, MAN 1 (Humas) – Civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pesawaran menggelar aksi nyata kepedulian lingkungan dengan menanam pohon Pule di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bukan sekadar penanaman pohon, melainkan menghadirkan simbol filosofi cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, serta alam dan lingkungan. Sabtu (16/08/2025)
Pohon Pule dikenal sebagai pohon yang memiliki akar tunjang kuat dan berdiri tegak lurus. Filosofi ini dipandang selaras dengan karakter pendidikan madrasah yang ingin membangun generasi beriman, berakhlak, dan berkarakter kuat. Tegaknya akar Pule melambangkan hubungan yang kokoh antara manusia dengan Sang Pencipta, sementara rimbunnya dahan dan daunnya menjadi simbol kasih sayang antar sesama manusia serta kepedulian menjaga kelestarian bumi.
Kepala MAN 1 Pesawaran, Junaidy dalam sambutannya menyampaikan bahwa penanaman pohon Pule menjadi bentuk komitmen madrasah untuk mendukung gerakan pendidikan ramah lingkungan. “Kami ingin menanamkan nilai bahwa menjaga alam bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga wujud penghambaan kepada Allah. Pohon Pule adalah simbol bahwa cinta kepada Tuhan harus sejalan dengan cinta kepada sesama dan kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik agar mereka memiliki kesadaran ekoteologi—yakni memahami bahwa manusia, alam, dan Tuhan berada dalam satu kesatuan yang saling terhubung. Melalui simbol pohon Pule, madrasah berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berkarakter, dan siap menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.
Dengan semangat kebersamaan, para guru, tenaga kependidikan, serta siswa-siswi MAN 1 Pesawaran turut serta menanam pohon Pule secara bergotong royong. Suasana penuh keakraban ini menegaskan bahwa membangun lingkungan yang sehat adalah tanggung jawab bersama.
Kegiatan penanaman pohon Pule di MAN 1 Pesawaran menjadi teladan nyata bahwa pendidikan sejati tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga mengakar pada tindakan menjaga bumi, demi menciptakan madrasah ramah lingkungan, ramah anak, dan sejahtera secara spiritual serta ekologis. (Humas)
Editor : Fadilah
