Kemenag Kota Metro (Humas) --- Kegiatan Pengembangan Kampung Moderasi Beragama Binaan Penyuluh Agama Islam Tahun 2024 berlangsung sukses di Vintage Caffe dan Resto. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, H. Abdul Haris, S.Ag., M.H.I., bersama Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf, H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I., didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H.Rohbussodri,S.Ag.,M.M., sekaligus memaparkan materi terkait Pengembangan Kampung Moderasi Beragama kepada penyuluh agama Islam se-Kota Metro,(17/10/2024).
Abdul Haris dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan utama Kampung Moderasi Beragama adalah menciptakan lingkungan yang harmonis dan toleran antar umat beragama. "Kementerian Agama ingin membangun masyarakat yang memahami dan menghargai perbedaan, serta berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai," ungkapnya. Menurutnya, dengan adanya Kampung Moderasi Beragama, diharapkan setiap individu dapat menjadi agen perubahan dalam komunitas masing-masing.
Sementara itu, Erwinto menjelaskan secara rinci mengenai cara melaksanakan program Kampung Moderasi Beragama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap kegiatan yang diadakan. "Keterlibatan masyarakat akan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap program ini," ujarnya. Ia juga menyarankan agar penyuluh agama berinovasi membuat program yang menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, yang juga turut dihadiri stafnya dan berdialog bersama peserta dengan memberikan wawasan tentang moderasi beragama, untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menyebarluaskan nilai-nilai toleransi.
Peserta kegiatan sangat antusias mengikuti paparan yang disampaikan. Beberapa dari mereka mengajukan pertanyaan dan berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya membangun moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Diskusi ini mencerminkan keseriusan para penyuluh dalam menerapkan prinsip-prinsip moderasi di tengah keragaman.
Abdul Haris berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. "Mari kita bersama-sama menciptakan masyarakat yang sejahtera dan rukun, di mana setiap orang merasa dihargai," ajaknya. Ia percaya bahwa moderasi beragama adalah kunci untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kampung Moderasi Beragama di Kota Metro dapat berjalan dengan sukses dan menjadi contoh bagi daerah lain. Kementerian Agama Kota Metro berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan program ini demi terciptanya masyarakat yang lebih baik dan harmonis,(tgh/zae).