Lampung (Humas) – Dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu menggelar kerja bakti di Pura Segara Garuda Hitam, Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (12/3/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Green Environment, sebagaimana diamanatkan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Nomor 02 Tahun 2025 dan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 .
Dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Bimas Hindu
Kanwil Kemenag Lampung, Jumadi, kerja bakti ini diawali dengan sembahyang
bersama di area utama Mandala. Setelah itu, para peserta membersihkan
lingkungan pura serta melakukan penanaman berbagai jenis bunga seperti kamboja,
kenanga, bougenville, dan asoka.
Menurut Jumadi, kegiatan ini bukan sekadar aksi
peduli lingkungan, tetapi juga bagian dari implementasi ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga
keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
"Pura tidak hanya
sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan antara manusia
dan lingkungan. Oleh karena itu, kita ingin menciptakan lingkungan yang lebih
asri, sejuk, dan nyaman untuk umat dalam beribadah," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Pura Segara
Garuda Hitam sebagai lokasi kerja bakti didasarkan pada kondisi pura yang masih
minim tanaman bunga, padahal bunga merupakan salah satu sarana penting dalam
persembahyangan umat Hindu.
"Kami melihat
potensi besar untuk meningkatkan keindahan dan kenyamanan pura ini. Dengan
adanya tanaman bunga, suasana spiritual akan semakin terasa, dan umat pun lebih
khusyuk dalam beribadah," kata Jumadi.
"Kita berharap
kerja bakti ini menjadi dharma bakti yang tulus dan membawa manfaat bagi semua.
Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan Waranugraha bagi
kita semua," pungkas Jumadi.
Dengan adanya penghijauan ini, diharapkan Pura
Segara Garuda Hitam semakin nyaman dan asri, sehingga umat Hindu yang beribadah
dapat merasakan ketenangan dan kedamaian dalam suasana yang lebih harmonis
dengan alam.
Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh dan
organisasi keagamaan Hindu, termasuk Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama
Hindu, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Parisada Hindu Dharma Indonesia
(PHDI), Peradah, BP Pura, serta Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).
Antusiasme umat Hindu dalam kerja bakti ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian pura. Selain sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi umat Hindu untuk terus merawat lingkungan pura secara berkelanjutan.(Anggithya/Abdul Aziz)