Search

Dirjen Bimas Buddha Kemenag RI: Penyuluh dan Guru Agama Buddha Harus Jadi Agen Perubahan Positif

dirjen-bimas-buddha-kemenag-ri-penyuluh-dan-guru-agama-buddha-harus-jadi-agen-perubahan-positif
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Dirjen Bimas Buddha) Kementerian Agama Republik Indonesia, Supriyadi, mengajak para penyuluh dan guru agama Buddha untuk menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam Pembinaan Penyuluh Agama dan Guru Agama Buddha di Lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Jum’at (28/6) di Aula Saibatin kantor setempat.

Dalam sambutannya, Supriyadi menekankan bahwa peran penyuluh dan guru agama Buddha tidak hanya terbatas pada penyampaian ajaran agama, tetapi juga sebagai pembawa perubahan positif di tengah masyarakat. “Penyuluh dan guru agama Buddha harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, baik dalam lingkup pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat. Kalian harus menjadi teladan dalam hal moral dan etika,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya inovasi dan adaptasi dalam metode pengajaran dan penyuluhan, terutama di era digital. “Di zaman yang serba digital ini, kita harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan teknologi untuk menyampaikan ajaran Buddha dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Penggunaan media sosial, aplikasi, dan platform digital lainnya sangat penting untuk menjangkau lebih banyak umat,” tambahnya.

Selain itu, Supriyadi juga mendorong para penyuluh dan guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa menjadi teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat.

“Sebagai penyuluh dan guru agama, kalian harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Jadilah teladan yang baik, baik dalam hal pengetahuan maupun perilaku. Dengan begitu, kalian bisa memberikan pengaruh positif yang lebih besar kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan para penyuluh dan guru agama Buddha dapat lebih berperan aktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik, harmonis, dan bermoral. Dirjen Bimas Buddha menutup acara dengan harapan agar semua penyuluh dan guru agama Buddha dapat menjadi agen perubahan positif yang selalu siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Acara pembinaan ini disambut baik oleh para peserta yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang didapatkan dalam tugas sehari-hari mereka dan berharap agar acara serupa bisa rutin diadakan untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme mereka.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, dan tamu undangan lainnya.(Anggithya/Aditya/Baihaqi)




Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil