Search

Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin : Cegah Pernikahan Anak untuk Generasi Berkualitas

dirjen-bimas-islam-kamaruddin-amin-cegah-pernikahan-anak-untuk-generasi-berkualitas
Fotografer: Humas Kanwil

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa pernikahan anak merupakan masalah serius yang memerlukan kerja kolektif dari seluruh elemen masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin saat membuka seminar bertema "Cegah Kawin Anak untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas" di SHL Hotel and Resort, Bandar Lampung, pada Jumat (26/07/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Kamaruddin mengajak semua lapisan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mencegah terjadinya pernikahan anak. "Pernikahan anak dapat menimbulkan dampak sistemik yang signifikan. Salah satunya adalah dampaknya terhadap angka partisipasi kasar pendidikan menengah dan tinggi, yang diprediksi akan menurun seiring dengan meningkatnya angka pernikahan anak. Selain itu, kualitas angkatan kerja di masa depan juga terancam, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas pembangunan nasional," ujarnya.

Dirjen Bimas Islam juga menambahkan bahwa dari sisi keluarga, pernikahan dini dapat memunculkan berbagai persoalan makro yang kompleks. "Keluarga yang kuat adalah fondasi ketahanan nasional, dan pernikahan dini dapat merusak fondasi tersebut. Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, pencegahan pernikahan dini menjadi salah satu prasyarat penting. Kita harus mempersiapkan anak-anak untuk memiliki keluarga yang kuat dan harmonis, karena keluarga adalah tempat pembentukan karakter awal anak-anak kita," ungkapnya.

Menurut Kamaruddin, keluarga yang kuat dan kokoh akan menciptakan masyarakat yang harmonis. Berdasarkan data terbaru, angka perceraian di Indonesia telah menurun sebesar 10 persen, namun angka pernikahan dini masih tergolong tinggi meskipun telah ada penurunan.

"Oleh karena itu, Kementerian Agama mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan pernikahan dini. Tokoh agama dan masyarakat diharapkan memiliki pandangan yang sama dalam isu ini, untuk bersama-sama membangun komitmen kuat demi menciptakan keluarga yang kuat di masa depan," jelasnya.

Dirjen Kamaruddin menambahkan bahwa pernikahan adalah keputusan besar dalam hidup, karena merupakan komitmen yang kokoh untuk membangun sebuah keluarga yang kuat. "Mari kita berkomitmen untuk membentuk keluarga kuat di masa yang akan datang dengan mencegah pernikahan anak, karena itu tugas semua pihak," tutupnya. (Mela Basyar/Tim)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil