Lampung (Humas) --- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, mengajak Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung untuk menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap langkah pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan pembinaan dan penguatan ASN bertajuk "Perwujudan Integritas ASN dalam Meningkatkan Kinerja", yang digelar di Aula Pepadun, Rabu (11/6/2025).
“Integritas bukan sekadar jargon, tetapi harus menjadi bagian dari sikap dan perilaku harian ASN,” kata Erwinto dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa ASN merupakan wajah dari pelayanan publik. Oleh karena itu, ASN dituntut tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas pribadi yang kuat. Dalam kesempatan tersebut, Erwinto menyampaikan enam nilai utama yang menurutnya menjadi pilar integritas ASN.
Pertama, memiliki visi dan misi. ASN, menurutnya, harus bekerja dengan arah dan tujuan yang jelas. “Visi memberi arah jangka panjang, sementara misi menjadi langkah nyata untuk mencapainya. Tanpa visi dan misi, kerja ASN akan kehilangan arah,” ujarnya.
Kedua, nilai jujur, yang menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik. “ASN yang jujur tidak menyembunyikan fakta dan tidak menyalahgunakan wewenang. Kepercayaan hanya bisa lahir dari kejujuran,” tegasnya.
Ketiga, tanggung jawab, yaitu kesediaan ASN untuk menyelesaikan tugas secara tuntas dan siap menerima konsekuensi dari setiap tindakan. Erwinto menyebut tanggung jawab sebagai cerminan profesionalisme sejati.
Keempat, kemampuan untuk kerja sama. “ASN bukan individu yang bekerja sendiri. Kita semua bagian dari sistem, dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif,” ujarnya.
Kelima, menjunjung prinsip adil. ASN dituntut untuk objektif dan tidak diskriminatif dalam pengambilan keputusan. “Keadilan adalah roh dari birokrasi yang dipercaya,” tambahnya.
Keenam, memiliki rasa peduli terhadap sesama. Erwinto mengatakan, empati sangat penting agar pelayanan publik menjadi lebih manusiawi dan menciptakan suasana kerja yang harmonis.
Lebih lanjut, Erwinto mengimbau agar CPNS dan PPPK yang baru bergabung terus menjaga semangat belajar dan tidak melupakan prinsip dasar pengabdian. “Jangan hanya bekerja, tetapi mengabdilah. ASN Kemenag harus menjadi teladan dalam moral, etika, dan pelayanan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran ASN Kemenag sebagai agen moderasi beragama dan penguat kerukunan umat di tengah masyarakat yang beragam.
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Marwansyah, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta, terdiri atas 16 CPNS dan 17 PPPK yang baru menerima Surat Keputusan (SK) penempatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial,” ujar Marwansyah.
Ia berharap, pembinaan ini menjadi awal perjalanan pengabdian yang berdampak luas bagi umat dan bangsa. “Jangan berhenti di sini. Jadikan momen ini sebagai pijakan awal untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.(Anggithya/Aditya/Rizki)
