Search

Erwinto Ajak Umat Kristen Lampung Bangun Keluarga Beriman, Rukun, dan Cinta Lingkungan

erwinto-ajak-umat-kristen-lampung-bangun-keluarga-beriman-rukun-dan-cinta-lingkungan
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen menggelar Pembinaan Keluarga Kristen se-Provinsi Lampung, Selasa (28/10/2025), bertempat di Gereja Kristus Tanjung Karang (GKTK) Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, dan dihadiri oleh Pembimas Kristen, Ennery Gultom, bersama para tokoh agama, perwakilan keluarga, dan jemaat dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Erwinto menyampaikan bahwa pembinaan keluarga memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi spiritual dan sosial masyarakat. Menurutnya, keluarga adalah sumber utama pendidikan nilai, tempat tumbuhnya kasih, dan wadah pembentukan karakter beriman yang harmonis dengan sesama dan alam semesta.

“Keluarga Kristen harus menjadi sumber iman yang meneguhkan, tempat bersemi kasih yang tulus, serta ladang subur bagi tumbuhnya kepedulian terhadap alam ciptaan Tuhan,” ujar Erwinto.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan Asta Cita dan Program Prioritas Transformasi Layanan Umat (Protas) Kementerian Agama, yang menempatkan keluarga sebagai titik awal pembangunan karakter bangsa. Melalui keluarga yang kuat dan beriman, lanjutnya, akan lahir masyarakat yang damai, toleran, dan cinta lingkungan.

Lebih jauh, Erwinto mengaitkan tema pembinaan ini dengan Trilogi Kerukunan Jilid II, yakni kerukunan antarsesama manusia, kerukunan manusia dengan alam semesta, dan kerukunan dengan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa ketiga dimensi ini merupakan satu kesatuan yang membentuk harmoni kehidupan.

Dalam dimensi ini, keluarga menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai kasih dan toleransi. Erwinto mengingatkan pentingnya komunikasi, empati, dan rasa hormat terhadap perbedaan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kerukunan dengan sesama dimulai dari rumah. Bila keluarga hidup dalam damai, maka masyarakat pun akan hidup rukun,” tuturnya.

Erwinto menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab iman. Ia mengajak umat untuk hidup selaras dengan alam, menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan melindungi ciptaan Tuhan.

“Kita harus belajar mencintai bumi seperti mencintai sesama, karena alam adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Sebagai dasar spiritual, kerukunan dengan Tuhan diwujudkan melalui kesetiaan beribadah, ketulusan hati, dan ketaatan terhadap ajaran iman. Erwinto menyebutkan, hubungan yang baik dengan Tuhan akan memancarkan kedamaian dalam hubungan sosial dan lingkungan.

“Ketaatan kepada Tuhan melahirkan kebijaksanaan dalam memperlakukan sesama dan alam. Inilah keseimbangan hidup yang diajarkan oleh nilai-nilai agama,” jelasnya.

Ketua Panitia Aslawati Lubis dalam laporannya menyampaikan tujuan diselenggarakannya Pembinaan Keluarga Kristen Se-Provinsi Lampung untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menjaga hubungan keluarga Kristen dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 70 orang yang terdiri dari 65 peserta dan 5 panitia. Kegiatan ini bersumber dari DIPA Bimas Kristen Tahun 2025,” bebernya.

Ia menjelaskan metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Materi yang diberikan adalah Perspektif Moderasi Beragama dari sudut pluralisme, keluarga bahagia, dan pandangan keluarga Kristen dari segi teologis.

“Hasil yang ingin dicapai adalah memahami perspektif moderasi beragama dari sudut pluralisme, meningkatkan pemahaman dalam membentuk keluarga bahagia, dan memahami pandangan keluarga Kristen dari segi Teologis,” tandasnya.(Anggithya/Baihaqi/Kevin)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil