Bandar Lampung (Humas) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus memiliki kepekaan sosial dan mampu merespons setiap persoalan keagamaan secara cepat, tepat, dan kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari tertib administrasi, tetapi dari kemampuan ASN menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Erwinto usai mengikuti pembinaan ASN yang dipimpin Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, Farid F. Saenong, di Aula Sai Batin Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Senin (6/7). Kegiatan itu diikuti para pejabat struktural, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, serta pimpinan organisasi profesi sebagai upaya memperkuat implementasi Delapan Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Erwinto mengatakan, arahan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama semakin menegaskan pentingnya membangun budaya kerja ASN yang responsif terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Agama Kota Bandar Lampung harus mampu mendeteksi setiap potensi persoalan sejak dini melalui komunikasi dan koordinasi yang baik.
"ASN Kementerian Agama harus menjadi bagian dari solusi. Jangan menunggu persoalan membesar, tetapi hadir lebih awal untuk menjaga kerukunan dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat," tegas Erwinto.
Ia menambahkan, potensi persoalan yang berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah maupun isu sosial keagamaan lainnya harus segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan bersama seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah preventif jauh lebih efektif dibandingkan penyelesaian setelah konflik terjadi.
Selain memperkuat deteksi dini, Erwinto juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama para penyuluh agama sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama. Peningkatan kompetensi akan dilakukan melalui pelatihan, pemutakhiran wawasan, serta fasilitasi pengembangan pendidikan.
"SDM yang kompeten akan melahirkan pelayanan yang profesional, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur harus menjadi investasi jangka panjang yang terus kita lakukan," ujarnya.
Erwinto berharap pembinaan tersebut menjadi penguat komitmen seluruh ASN untuk bekerja lebih profesional, berintegritas, dan kolaboratif dalam mengimplementasikan Delapan Program Prioritas Kementerian Agama. Ia optimistis, dengan kompetensi yang terus ditingkatkan dan kepedulian terhadap persoalan umat, jajaran Kementerian Agama Kota Bandar Lampung mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, menjaga harmoni kehidupan beragama, serta mewujudkan Kemenag Berdampak yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.