Bandar Lampung, Kompas – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menggelar diskusi literasi untuk membahas gagasan perpustakaan digital bagi madrasah di wilayah Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan di Bacabataranila, sebuah perpustakaan milik Purwanto, seorang pustakawan yang juga Dosen Universitas Lampung, pada 27 Juni.
Puji Raharjo menyatakan komitmennya dalam mengembangkan perpustakaan digital dengan konsep union catalog di seluruh madrasah se-Provinsi Lampung. “Sebagai seorang yang memiliki core competency di bidang perpustakaan, saya ingin memastikan bahwa gagasan perpustakaan digital ini bisa terwujud dengan baik. Konsep union catalog akan mengintegrasikan koleksi perpustakaan dari berbagai madrasah ke dalam satu katalog terpadu, sehingga memudahkan akses dan pencarian bahan bacaan oleh siswa dan guru,” ujar Kakanwil.
“Keterbatasan anggaran dan sarana prasarana seharusnya tidak menjadi kendala untuk terwujudnya gagasan ini. Justru kita bisa melakukan efisiensi dengan kerja kolaboratif ini. Hal ini untuk menjawab tantangan dunia yang terus semakin berkembang,” tambahnya. “Saya berharap dengan perpustakaan satu sistem terpadu dapat memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa madrasah dan juga para guru untuk mengakses literatur dan sumber belajar yang berkualitas.”
Purwanto, Dosen Prodi D3 Perpustakaan Unila sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia pustakawan menyambut baik gagasan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Dikatakannya perpustakaan digital dengan konsep union catalog jika dapat terealisasi akan menjadi yang pertama di Lampung. “Konsep ini bertujuan untuk mempermudah akses bahan bacaan dan sumber daya pendidikan bagi siswa madrasah. kita dapat menyatukan berbagai koleksi dari madrasah-madrasah di seluruh Lampung ke dalam satu sistem terpadu,dan ini akan menjadi perputakaan digital pertama di Lampung yang menggunakan konsep terpadu " kata Purwanto.
Eni Amaliah, Kaprodi Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, menambahkan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk menyukseskan program ini. "Perpustakaan digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memfasilitasi pembelajaran yang inklusif dan merata bagi semua siswa," kata Eni.
Sementara itu Kepala Bidang Madrasah menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. "Kami sangat mendukung gagasan perpustakaan digital ini dan akan berupaya untuk bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mewujudkannya," tuturnya.
Diskusi literasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam upaya peningkatan literasi digital di madrasah-madrasah di Lampung, sekaligus mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam diskusi yang berlangsung, hadir sejumlah pustakawan dan pakar literasi, termasuk Eni Amaliah, pustakawan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, serta tim ahli dari Universitas Lampung yang mendukung inisiatif ini. Diskusi juga dihadiri oleh Kepala Bidang Madrasah, Kepala Madrasah, dan Tim IT Kanwil Kemenag Lampung.(Alifah)