Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi lembaga, kehumasan dituntut tampil adaptif, profesional, dan solutif. Menjawab tantangan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Workshop Kehumasan Tingkat Provinsi pada Rabu (4/6/2025) di Aula Pepadun, sebagai strategi membangun citra positif dan memperkuat kompetensi kehumasan di lingkungan Kemenag se-Lampung.
“Humas
adalah wajah organisasi. Ia harus tanggap, konsisten, dan istiqamah dalam
menyampaikan informasi. Bila prinsip ini dipegang, maka pesan lembaga akan
tersampaikan secara utuh dan membangun kepercayaan,” tegas Plt. Kepala Kanwil
Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan bahwa humas pemerintah harus mampu menyampaikan informasi secara menarik, akurat, dan menjangkau publik yang lebih luas, khususnya melalui media visual dan digital.
“Selama ini kita masih dominan pada teks. Ke depan, produksi video harus lebih ditingkatkan sebagai strategi komunikasi yang komunikatif dan berdampak,” ujarnya.
Workshop
ini diikuti oleh 42 peserta dari unit humas Kanwil, Kemenag kabupaten/kota,
serta perwakilan humas dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah
Tsanawiyah Negeri (MTsN). Kegiatan berlangsung penuh sehari dengan materi
praktis seperti teknik penulisan berita, pembuatan video kreatif, serta sesi
evaluasi dan praktik lapangan.
Ketua panitia yang juga Ketua Tim Humas dan Kerukunan Umat Beragama, Alifah, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum pembelajaran sekaligus penguatan jejaring komunikasi.
“Kompetensi humas harus terus diasah karena tantangan komunikasi publik terus berkembang. Workshop ini menjadi ruang belajar dan kolaborasi,” ujarnya.
Erwinto juga menekankan pentingnya pemberitaan yang inklusif dan menyeluruh, “Pemberitaan tidak boleh hanya berfokus pada pimpinan. Semua unit kerja, termasuk seksi dan bagian lain, juga perlu diberi ruang untuk menampilkan kontribusinya,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi praktik dan evaluasi. Workshop ditutup dengan komitmen bersama untuk menghadirkan humas yang profesional, kreatif, dan berdampak nyata bagi citra positif Kementerian Agama di mata masyarakat. (Humas)