Tanggamus Kemenag (Humas) -- Dalam
rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Agama Islam (IPARI)
yang pertama, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberejo menggelar sebuah
kegiatan yang penuh makna dan manfaat bagi lingkungan. Dengan tema "Rawat
Bumi Tebar Moderasi", kegiatan ini diisi dengan gerakan tanam sejuta pohon
yang dihadiri oleh Kepala KUA, Drs. H. Miskin, serta para penyuluh agama.
Acara ini dimulai dengan
penanaman pohon jeruk BW oleh Kepala KUA Kecamatan Sumberejo, Drs. H. Miskin.
Tindakan simbolis ini menjadi penanda dimulainya gerakan tanam pohon yang
kemudian diikuti oleh para penyuluh agama. Mereka secara serentak menanam berbagai
jenis pohon seperti jeruk, pete, dan alpukat di sekitar Kantor KUA Kecamatan
Sumberejo.
Gerakan ini bukan hanya sekedar
seremoni, tetapi juga mengandung tujuan yang mulia yaitu meningkatkan kesadaran
lingkungan di kalangan masyarakat. Penanaman pohon diharapkan dapat
berkontribusi pada perbaikan kualitas udara dan lingkungan hidup di sekitar
Kecamatan Sumberejo.
"Gerakan ini didasari oleh
kepedulian terhadap kelestarian alam. Kami berharap, melalui aksi nyata ini,
masyarakat dapat terinspirasi untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga
lingkungan sekitar mereka," ujar Drs. H. Miskin.
Menanam pohon memiliki banyak
manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun manusia. Pohon-pohon yang
ditanam diharapkan dapat membantu mengurangi polusi udara, menambah keindahan
lingkungan, serta menyediakan habitat bagi berbagai jenis fauna. Selain itu,
kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata dari moderasi beragama yang
mengajarkan untuk hidup selaras dengan alam dan sekitarnya.
Penyuluh agama yang turut serta
dalam kegiatan ini menyatakan bahwa gerakan tanam pohon juga menjadi bagian
dari upaya mereka dalam menyebarkan pesan-pesan moderasi dan kebaikan kepada
masyarakat. "Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga
bumi yang kita tinggali ini. Menanam pohon adalah salah satu cara sederhana
namun berdampak besar dalam menjaga kelestarian alam," kata salah satu
penyuluh agama yang ikut dalam kegiatan ini.
Dengan dilaksanakannya kegiatan
ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat di kalangan masyarakat
untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan tanam pohon yang diinisiasi
oleh KUA Kecamatan Sumberejo ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi
berbagai pihak untuk melakukan hal serupa di lingkungan mereka masing-masing.
Hari Lahir IPARI yang pertama ini
dirayakan dengan cara yang sangat bermanfaat dan relevan dengan tantangan
lingkungan yang dihadapi saat ini. Semoga gerakan ini terus berlanjut dan
memberikan dampak positif yang nyata bagi bumi dan generasi mendatang.(Frans/Mela Basyar)