Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Groundbreaking Masjid Al-Amal, Kemenag Lampung Dukung Jadi Pusat Ibadah Dan Pembinaan Umat

Rabu, 08 Juli 2026 Anggithya Editor: Anggithya
Groundbreaking Masjid Al-Amal, Kemenag Lampung Dukung Jadi Pusat Ibadah Dan Pembinaan Umat
Anggithya
Anggithya
Foto: Aziz

Lampung (Humas) --- Pembangunan Masjid Al-Amal di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking, Rabu (8/7/2026) di halaman kantor setempat.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Makmur, mewakili Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain melakukan prosesi peletakan batu pertama bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Erwinto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Lampung Lukman Pura yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan yang mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, tokoh agama, mitra perbankan, BAZNAS, Dharma Wanita Persatuan, penyuluh agama, penghulu, pengawas madrasah, kepala KUA, kepala madrasah.

Dalam kesempatan itu, Makmur membacakan sambutan tertulis Kakanwil Kemenag Lampung Zulkarnain. Ia menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Al-Amal menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif di lingkungan Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung.

“Peletakan batu pertama ini menjadi awal ikhtiar bersama. Kita berharap Masjid Al-Amal kelak menjadi tempat ibadah yang makmur, sekaligus ruang pembinaan umat dan penguatan kebersamaan di lingkungan Kemenag Kota Bandar Lampung,” kata Makmur.

Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam. Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, kegiatan sosial, dan penguatan ukhuwah di tengah masyarakat.

Makmur mengatakan, pembangunan Masjid Al-Amal diharapkan dapat menambah semangat aparatur Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai keagamaan, katanya, harus menjadi landasan dalam bekerja dan melayani.


Ia juga menjelaskan bahwa nama Al-Amal mengandung makna harapan dan amal kebaikan. Nama tersebut menjadi doa agar masjid ini kelak menjadi tempat tumbuhnya amal saleh, memperkuat keimanan, serta memberi manfaat bagi pegawai dan masyarakat sekitar.

“Masjid ini harus kita makmurkan bersama. Semoga nantinya hidup dengan salat berjamaah, pengajian, pembinaan umat, dan kegiatan sosial yang bermanfaat,” ujarnya.

Makmur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan masjid tersebut. Ia menyebut pembangunan ini merupakan bukti kebersamaan antara jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat.

Ia juga mengajak panitia pembangunan untuk menjaga amanah tersebut dengan baik. Proses pembangunan, lanjutnya, perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan penuh semangat gotong royong agar berjalan lancar sesuai rencana.

“Setiap dukungan, baik pikiran, tenaga, materi maupun doa, insyaallah menjadi amal jariyah. Mari kita bangun masjid ini dengan semangat kebersamaan dan keteladanan,” pesannya.

Sementara itu, Lukman Pura yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas dimulainya pembangunan Masjid Al-Amal.

Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan karakter, penguatan moral, dan ruang mempererat persaudaraan. Ia berharap Masjid Al-Amal nantinya dapat menjadi tempat lahirnya kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, dan aktivitas sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al-Amal merupakan cita-cita bersama untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih representatif di lingkungan kantor.

Masjid tersebut direncanakan berukuran 9 x 27 meter dan dibangun melalui semangat gotong royong. Erwinto menambahkan, tenaga kerja pembangunan juga diprioritaskan berasal dari lingkungan sekitar agar keberadaan proyek tersebut memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat setempat. (Humas)