Way Kanan, MTsN 2 (Humas) -- Senin 29 September 2025, Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin di MTsN 2 Way Kanan tidak hanya menjadi ajang menumbuhkan rasa nasionalisme, tetapi juga sarana pembinaan karakter bagi peserta didik. Pada kesempatan kali ini, amanat upacara diisi oleh Tuti Alafiyah, Guru BK sekaligus pembina, yang menyampaikan pesan penting mengenai etika berbahasa dan upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan madrasah.
Beliau menegaskan bahwa siswa hendaknya tidak menggunakan kata-kata kasar, melainkan menggantinya dengan kalimat thayyibah yang baik, santun, dan membawa kebaikan.
“Anak-anak harus membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik. Ucapan yang buruk bisa melukai orang lain, sementara kalimat thayyibah akan mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang sekitar,” ungkap Tuti Alafiyah dalam amanatnya.
Selain itu, ia juga menekankan agar siswa tidak menjadikan nama orang tua sebagai bahan ejekan atau candaan. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melukai perasaan teman, tetapi juga menunjukkan sikap tidak hormat kepada orang tua.
Amanat yang disampaikan dalam upacara ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa MTsN 2 Way Kanan untuk selalu bersikap santun, berakhlak mulia, serta menjadikan lingkungan madrasah terbebas dari budaya bullying.(DAW)
Editor : Fadilah
