Tulang
Bawang, Kemenag (Humas) -- Dalam
semangat membina dan memberdayakan lembaga keagamaan di tingkat akar rumput,
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang melalui Bimbingan Masyarakat
Islam menggelar kegiatan Pembinaan Pengurus Majelis Taklim dan Pembinaan Da’i,
Da’iyah Tingkat Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan di Aula KBIHU Al Masyhur, Selasa (06/05/2025).
Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupate Tulang Bawang Ahmad Jalaluddin, yang diwakili
oleh Kasubbag TU Marsudi membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dalam laporan Kasi Bimas Islam Mujamil menjelaskan bahwa tantangan dakwah yang dihadapi Da’i, Da’iyah baik yang bergabung dalam ormas keagamaan islam maupun pada majelis taklim diera digitalisasi sangatlah kompleks. Meliputi penyebaran informansi yang tidak terverifikasi atau hoax.
Salah satu
tantangan utama dalam dakwa di era digital adalah keberagamaan informansi yang tersebar luas di internet. Informansi yang
terverifikasi dengan benar dapat menyesatkan pemahaman agama dan memecah belah
umat. Oleh karena itu,penting bagi kita sebagai da’i da’iyah baik yang
tergabung dalam ormas keagamaan islam maupun mejelis taklim untuk bersatu.
"Maksud
dan tujuan dari kegiatan pembinaan da’i, da’iyah dan pengurus majelis taklim
se-Kabupaten Tulang Bawang adalah untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah sebagai
penggiat dakwah, peningkatan pengetahuan keagamaan, memperkokoh akhlakul karimah,
dan membangun spiritual dan syiar islam,” jelas Mujamil.
Mujamil mengungkapkan bahwa peserta kegiatan berjumlah 100 yang berasal dari ormas keagamaan islam dan pengurus majelis taklim se-Kabupaten Tulang Bawang.
Sementara itu Kasubbag TU Marsudi menyampaikan pesan penting dari Kepala Kantor Kemenag Jalaluddin bahwa, keberadaan majelis taklim serta para da’i dan da’iyah merupakan garda terdepan dalam menyebarluaskan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta sebagai elemen penting dalam merawat persatuan umat di tengah tantangan sosial keagamaan yang terus berkembang.
“Hari
ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengikuti kegiatan seremonial, tetapi
untuk menyatukan visi dalam memperkuat posisi Majelis Taklim dan para
da’i-da’iyah sebagai pilar dakwah yang mampu menjawab tantangan zaman,” kata
Marsudi.
Ia
menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian
Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan
terhadap penggerak dakwah di tingkat lokal.
Lebih
lanjut menurutnya, majelis taklim bukan hanya tempat belajar agama, tetapi
juga sarana membangun karakter bangsa dan menjaga kerukunan umat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbag TU Marsudi, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Mujamil, Kepala KUA Kecamatan Banjar Agung Zainul Ahmadi.
