Pringsewu – Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah, Kepala MAN 1 Pringsewu Fathul Bari berpesan kepada para siswa agar fokus dan kesungguhan dalam menghadapi ujian madrasah dengan mengesampingkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi, termasuk urusan percintaan.
Dalam arahannya kepada siswa, Fathul menekankan prinsip sederhana yang mudah diingat, yakni “Lupus” yang merupakan sebuah judul film pada tahun 80 an.
Lupus adalah akronim dari Lupakan Pacar untuk Sementara. Menurutnya, masa ujian merupakan momen krusial yang menentukan hasil belajar selama bertahun-tahun, sehingga perlu disikapi dengan penuh keseriusan.
“Ujian Madrasah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi tolok ukur capaian belajar siswa. Maka, saya mengajak seluruh siswa untuk benar-benar fokus. Untuk sementara, hal-hal yang bisa mengganggu, termasuk pacaran, sebaiknya ditinggalkan dulu,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa gangguan kecil seperti komunikasi yang berlebihan dengan pasangan dapat berdampak pada menurunnya fokus belajar. Padahal, kesiapan mental dan konsentrasi menjadi kunci utama dalam menghadapi ujian.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu yang baik. Siswa diharapkan mampu membagi waktu antara belajar, istirahat, dan ibadah. Ia juga mendorong para siswa untuk memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dan kelancaran selama ujian berlangsung.
“Selain belajar, jangan lupakan doa. Mintalah kepada Allah agar diberi kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan seimbang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Madrasah MAN 1 Pringsewu Deka menegaskan bahwa Ujian Madrasah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kelulusan siswa. Oleh karena itu, seluruh peserta diharapkan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.
“Ujian Madrasah ini menjadi salah satu penentu kelulusan siswa. Maka dari itu, kami mengimbau seluruh siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kesehatan, dan mengikuti ujian dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
