Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Hadiri Pembukaan FSB XII, Mukip Zaman: Harmonisasi Kebudayaan Dan Keagamaan

Kamis, 02 Juli 2026 Humas Lambar
Hadiri Pembukaan FSB XII, Mukip Zaman: Harmonisasi Kebudayaan Dan Keagamaan
Humas Lambar
Humas Lambar
Foto: Ragil Boy

Lampung Barat, Kemenag (Humas) -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Barat Miftahus Surur didampingi oleh Kasubbag TU, Mukip Zaman, ikut menghadiri pembukaan Festival Budaya Sekala Bekhak XII yang berlangsung di Taman Kota Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (2/7/2026).

Menurut Mukip Zaman, meski memiliki ruang dan fungsi berbeda namun Kebudayaan dan Keagamaan memiliki persamaan dalam membangun kehidupan yang harmonis dan beradab terutama di Kabupaten dengan tagline 'Beguwai Jejama' tersebut.

Karena, kebudayaan dan kegamaan sama-sama mengajarkan nilai luhur yang menjadi acuan dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Mukip Zaman saat diwawancara Humas Kankemenag Lambar usai acara.

Persamaan tersebut jelasnya, yakni seperti nilai kejujuran, gotong royong, saling menghormati dan kasih sayang serta tanggung jawab yang merupakan prinsip yang dijunjung tinggi dalam tradisi budaya maupun ajaran agama.

Oleh karena itu, masyarakat terdorong agar hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai perbedaan,” katanya..

Selain itu kata Mukip Zaman, Festival Sekala Bekhak XII itu merupakan identitas yang mewakili warisan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi di Kabupaten Lampung Barat.

Bila kita amati, banyak tradisi budaya yang berkembang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, serta kita berharap semoga FSB XII ini menjadi tradisi lokal yang dapat mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sosial,” harapnya.

Sebelumnya , kata Wakil Bupati Lambar, Mad Hasnurin, Festival Sekala Bekhak bukan sekadar nama melainkan simbol kejayaan, identitas, dan akar budaya masyarakat Lampung yang diwariskan turun-temurun. Oleh karena itu, pelestarian bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama.

"Harapan saya, festival ini jadi tutunan bagi generasi muda. Agar semakin mencintai budaya, bangga pada identitas, dan punya semangat melestarikannya,” ujarnya saat dikutip dari rilis Kominfo Lambar. 

Mad Hasnurin juga mengajak masyarakat kiranya menjadi tuan rumah yang baik, menjaga kebersihan, keamanan, kemurahan hati, dan pengabdian bagi tamu yang datang.

“Tunjukkan Lampung Barat kaya budaya, indah alamnya, hangat masyarakatnya,” katanya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat, Bernaria, menjelaskan, festival akan berlangsung 2-4 Juli 2026 mendatang. Kemeriahannya diisi lomba nyata yang melibatkan secara langsung, seperti lomba nyambai yang akan diikuti 36 grup, orkes gambus 4 grup, dan solo lagu Lampung 34 peserta.

"Ini upaya konkret melestarikan budaya khas Lampung Barat yang mulai pudar di tengah kemajuan zaman," kata Bernaria.


Sekedar diketahui, pembukaan FSB XII itu dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Para Sai Batin Paksipak Sekala Bekhak, Ketua GOW Gurti Komarawati Mad Hasnurin, Staf Ahli, kepala perangkat daerah, camat, dan lapisan masyarakat.