Tanggamus Kemenag (Humas) --
Tahun demi tahun, animo masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji terus
meningkat, termasuk dari kalangan lansia. Menyadari hal itu, pemerintah melalui
Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus menunjukkan kepeduliannya dengan
meluncurkan kebijakan khusus yang berpihak kepada jamaah haji lanjut usia.
Dalam kegiatan Bimbingan Manasik
Haji Tahun 1446 H / 2025 M, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Tanggamus, H.
Mardanus, S.Ag., M.M., tampil menyampaikan materi yang menyentuh dan sarat
makna. Di hadapan para calon jamaah haji, beliau memaparkan berbagai fasilitas
dan layanan prioritas yang akan diberikan untuk memastikan para lansia bisa
beribadah dengan tenang, nyaman, dan aman.
“Kami ingin memastikan bahwa para orang tua kita, para lansia yang sudah menanti bertahun-tahun untuk berhaji, mendapatkan pelayanan terbaik. Mulai dari pendampingan medis hingga akomodasi khusus, semuanya kami siapkan,” ujar Mardanus dengan penuh semangat.
Pemerintah tidak hanya berhenti
di tataran kebijakan. Pelatihan intensif dan edukasi melalui manasik haji juga
disiapkan agar para lansia bisa lebih siap secara mental dan fisik. Pendamping
khusus, tenaga kesehatan, serta transportasi yang nyaman akan menjadi bagian
dari perhatian utama.
Para peserta manasik tampak
antusias dan terharu dengan perhatian yang diberikan. Bagi mereka, ini bukan
sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga bukti cinta dari negara kepada
warganya. “Saya merasa lebih siap dan tenang. Ternyata pemerintah sangat peduli,”
ungkap salah satu peserta dengan mata berkaca-kaca.
Langkah ini sekaligus menjadi
bukti nyata bahwa penyelenggaraan haji di Indonesia semakin humanis dan
inklusif. Tak sekadar memenuhi kewajiban ibadah, tapi juga menjaga marwah dan
martabat para jamaah lansia.
Dengan kebijakan ini, harapan
besar tumbuh di hati para calon tamu Allah: semoga perjalanan suci ini menjadi
pengalaman paling indah dan tak terlupakan dalam hidup mereka. (Frans/Mela Basyar)
