Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Halal Bihalal Kanwil Kemenag Lampung: Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Selasa, 16 April 2024 Anggithya
Halal Bihalal Kanwil Kemenag Lampung: Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Anggithya
Anggithya

Lampung (Humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung menggelar acara Halal Bihalal dan Ramah Tamah yang berlangsung meriah dan sukses di Aula Saibatin kantor setempat, pada Selasa, 16 April 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Pembimbing Masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan seluruh pegawai Kanwil Kemenag Lampung.

Suasana kekeluargaan terpancar dalam acara Halal Bihalal dan Ramah Tamah ini. Para pegawai saling bersalaman dan bermaafan, mempererat rasa persaudaraan dan silaturahmi di momen istimewa Idul Fitri.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M, serta memohon maaf lahir dan batin kepada semua peserta. Ia mengajak seluruh pegawai untuk saling memaafkan dan bersatu.

"Kita sesama manusia tanpa sengaja sering melukai perasaan teman lainnya. Oleh karena itu, semestinya terus membuka diri untuk saling memaafkan satu sama lainnya walaupun seberat apapun kesalahan yang telah dilakukan," katanya.

Puji juga menekankan pentingnya memaafkan satu sama lain dan memperkuat persatuan dalam kebersamaan, sejalan dengan tema Idul Fitri Tahun 1445 H/2024 M yang menitikberatkan pada Memperkuat Kebersamaan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

"Sesuai dengan ajaran agama yang kita pegang, mari kita menjaga persatuan dan kesatuan dalam berbagai latar belakang suku, agama, dan keluarga, dengan satu tujuan melayani umat beragama di Provinsi Lampung," ujar Puji Raharjo.

“Sebagaimana terkandung dalam QS. Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 103 yang berbunyi Wa'atasimu bihablillahi jami'an wala tafarraqu wa'zkuru ni'mata Allahi 'alaikum idh kuntum a'da'an fa'alla fa baina qulubikum fa'asbahtum bini'matihi ikhwanan wa kuntum 'ala shafa hufaratin minan-nari fa'anqadakum minha, kathalika yubayyinu Allahu lakum ayatihi la'allakum tahtadun,” tuturnya. 

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk,” terangnya.

“Ayat ini menekankan pentingnya bersatu dalam menjalankan ajaran agama Allah dan tidak berselisih dalam urusan agama yang dapat memecah belah persatuan umat. Allah juga mengingatkan tentang nikmat-Nya ketika orang-orang yang dulu saling bermusuhan dapat dipersatukan oleh-Nya menjadi bersaudara karena agama-Nya. Ayat ini mengajarkan nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan kesatuan dalam komunitas yang berpegang teguh pada ajaran agama. Hal ini selaras dengan tema Idul Fitri Tahun 1445 H/2024 M yaitu Memperkuat Kebersamaan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa,” tuturnya.

“Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momen untuk berpegangan tangan melakukan apa yang bisa dilakukan, menjalankan program yang telah direncanakan, saling memaafkan dan memulai lembaran baru,” ajak Puji.

Sementara itu Ustadz Ibrahim selaku Penceramah menyampaikan di dalam Islam, terdapat ayat Wa idz ta’adzdzana robbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna adzabi lasyadid.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih," terangnya.

Ibrahim juga menambahkan sebagaimana dalam QS. Ashr yang merupakan surah ke-103 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari tiga ayat. Surah ini mengandung makna yang sangat dalam dan penting bagi umat Islam.

Makna Ayat Pertama menggambarkan kondisi umum manusia yang berada dalam keadaan merugikan diri sendiri karena berbagai hal seperti dosa, kesesatan, dan kelalaian terhadap ketaatan kepada Allah,” katanya. 

“Makna Ayat Kedua menjelaskan bahwa terdapat pengecualian dari keadaan kerugian, yaitu orang-orang yang memiliki empat karakteristik yaitu beriman dengan keyakinan yang kuat kepada Allah dan ajaran-Nya, melakukan amal saleh yang mencakup segala amal baik dan ketaatan kepada Allah, saling menasihati untuk kebenaran, artinya mengajak satu sama lain untuk memperbaiki diri dan berbuat baik, saling menasihati untuk kesabaran dalam menghadapi cobaan dan ujian kehidupan,” lanjutnya.

Makna Ayat Ketiga tidak menyebutkan ayat ketiga secara langsung, namun maknanya tersirat dalam ayat sebelumnya. Ayat ketiga secara implisit mengandung pesan bahwa orang-orang yang memiliki karakteristik tersebut akan mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat karena mereka menjalankan ajaran agama dengan baik dan saling mendukung dalam kebaikan,” sambungnya.

“Oleh karena itu, Acara Halal Bihalal Kanwil Kemenag Lampung ini diharapkan dapat menjadi momen penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan semangat kerja pegawai, serta meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Semangat baru yang terpancar dari acara ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh pegawai Kanwil Kemenag Lampung dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tandasnya.(Anggithya/Rizky/Abdul Aziz)