Search

Hari Sejuta Kiblat Kemenag Kota Metro Berlangsung Lancar

hari-sejuta-kiblat-kemenag-kota-metro-berlangsung-lancar
Fotografer: Humas Kanwil

Metro, Kemenag (Humas) --- Hari Sejuta Kiblat merupakan momen langka dan sangat istimewa, karena pada saat itu, tepatnya 27 Mei 2024, seluruh dunia menyaksikan fenomena matahari berada tepat diatas ka’bah, yang merupakan kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia, Selasa (28/05/2024).

Pristiwa tersebut juga dikenal dengan Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam, ya itu dimana posisi matahari tepat berada diatas ka’abah, sehingga semua bayangan benda yang tegak lurus akan mengarah ke arah Ka’bah, atau dengan kata lain menjadi arah kiblat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Metro H. Abdul Haris, S.Ag.,M.H.I., diwakili Pelaksana harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro H. Deswin Fitra, S.Ag.,M.M., didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) H. Rohbussodri, S.Ag.,M.M., Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Kasi Papki) H.M.Tohir,S.Ag.,M.M.,Peneyelenggara Zakat Wakaf (Peny Zawa) H.Saiful Hadi,S.S., dan segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut menyaksikan pengukuran kiblat dalam fenomena istimewa tersebut.

Selama pengukuran kiblat dalam fenomena tersebut, Deswin mengajak kepada seluruh umat muslim di Kota Metro, untuk dapat mengukur ketepatan arah kiblat di Mushola ataupun Masjid dengan cara yang sangat sederhana.

Cukup dengan menggunakan benda tegak lurus, maka bayangan yang dihasilkan dari benda tersebut dapat dipastikan mengarah ke arah Ka’bah yang menjadi arah kiblat bagi umat muslim di seluruh dunia.

Deswin juga mengajak kepada seluruh umat muslim di Kota Metro, untuk dapat menjadikan fenomena tersebut sebagai karunia dari Allah SWT yang dapat  diambil hikmah dan pelajaran, karena dengan hal itu Allah menunjukan kekuasaan dan kebesaranya.

Sementara itu, menurut Rohbussodri menyatakan bahwa berdasarkan tinjauan astronomi atau ilmu falak, ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat, diantaranya, Kompas, Theodolit, dan Fenomena matahari berada tepat diatas Ka’bah atau yang di kenal dengan istilah Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat.

Selanjutnya Rohbussodri mengungkapkan tata cara memverifikasi arah kiblat dengan memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus yang dipastikan dengan lot atau bandul.

Permukaan yang digunakan untuk mengukur harus dalam posisi yang datar, rata tidak bergelombang, serta menggunakan alat ukur waktu ataupun jam yang sesuai dengan BMKG.

Rohbussodri berharap dengan pristiwa Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat dimana matahari berada tepat diatas Ka’bah yang dapat dijadikan untuk menentukan arah kiblat, tidak ada lagi seluruh Masjid dan Mushola di Kota Metro yang arah kiblatnya belum tepat,(tgh/zae/Anggithya)

Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil