Pringsewu, Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus resmi dimulai pada tahun pelajaran baru 2024-2025. Menandai awal implementasi ini, Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar Diseminasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor: 450 tahun 2024 yang berisi tentang pedoman implementasi kurikulum pada jenjang Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Kegiatan ini digelar di GSG MAN 1 Pringsewu, Rabu (7/8/2024) dan dihadiri oleh Ratusan lebih Kepala Madrasah Negeri dan Swasta di dua kabupaten di Lampung yakni Pringsewu dan Tanggamus. Hadir juga pada kesempatan tersebut Kabag TU Kanwil Kemenag Lampung H Marwansyah, Kabid Penmad H Ahmad Rifai, Kepala Kemenag Pringsewu H Junaidi Siradj, dan Kepala Kemenag Tanggamus H Aris Rayusman.
Marwansyah mengatakan bahwa diseminasi kurikulum penting untuk menyatukan pemahaman dan langkah dalam penerapan kurikulum baru. "Kegiatan ini adalah wujud komitmen kita untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah dengan kurikulum yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik," ujarnya.
H Marwansyah, menambahkan bahwa dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka (Kurmer) di seluruh jenjang pendidikan di Kementerian Agama, maka penting untuk memahami bahwa implementasi kurikulum ini harus diiringi dengan perubahan mindset penyelenggara pendidikan.
Perubahan mindset ini mencakup pemahaman bahwa setiap siswa memiliki potensi yang unik dan berbeda, sehingga pendekatan pembelajaran harus lebih personal dan berbasis pada kebutuhan individu.
Ia menyebut juga bahwa ruh dari Kurikulum Merdeka adalah Penguatan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan. Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5PPRA). Dengan demikian, kita dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan sesuai dengan semangat P5PPRA.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Di antaranya diungkapkan oleh Mahmudi, guru MTS Negri 1 Pringsewu. Ia mengungkapkan, dengan diadakannya acara seperti ini, maka madrasah akan bisa lebih memahami isi dari kurikulum terbaru. Kegiatan ini juga sangat membantu madrasah untuk menyamakan frekuensi antar guru dalam implementasi Kurmer.
“Kegiatan ini juga bisa untuk panduan dan arahan pembelajaran di madrasah dengan kurikulum yang baru ini," ujarnya. (LTE)