Way Kanan, MAN 1 (Humas). Jelang Asesmen Madrasah, seluruh siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Way Kanan melaksanakan ujian praktik memasak untuk mata pelajaran Muatan Lokal, Rabu (26/02/2025). Kegiatan ini juga dalam upaya melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5P2RA).
Bertema Seruit khas lampung, siswa diharuskan memasak secara berkelompok dengan menu-menu yang sudah ditentukan Guru mata pelajaran, untuk menambah nilai praktek untuk mata pelajaran Muatan Lokal di MAN 1 Way Kanan.
Guru Muatan Lokal MAN 1 Way Kanan, Arham Habibi mengatakan memasak makanan yang akan disajikan siswa sebagai praktek Muatan Lokal, Setiap kelompok membuat masakan yang harus memenuhi kriteria dan setiap siswa harus bekerjasama pada kelompoknya yang sudah ditentukan.
“Mereka harus membuat, menampilkan, menyuguhkan makanan maupun minuman yang nikmat sehingga mendapat nilai yang tinggi,” ujar Arham.
Arham Habibi menambahkan, kriteria penilaian kali ini meliputi cara penyajian, Rasa dan kelengkapan menu dan selalu memperhatikan kebersihan. “Gaya hidup seseorang bisa dinilai dari kebersihan, baik dalam hal memasak maupun yang lain,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Way Kanan, Ahmad Zazili saat diminta pendapat mengenai kegiatan tersebut mengatakan, Proyek P5RA merupakan kegiatan yang harus ada dalam kurikulum merdeka. “Oleh karena itu diharapkan masing masing kelompok saling bekerja sama, saling berkolaborasi untuk menghasilkan produk yang terbaik.”, Ujarnya.
Implemantasi P5RA dalam pembelajaran akan memberikan pengalaman langsung sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar, sehingga anak memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Zazili.
kegiatan praktik ini juga sangat bagus karena, selain membuat siswa lebih mengenal masakan lampung yang biasa disajikan, juga diharapkan agar siswa termotivasi untuk membantu orang tuanya memasak di rumah.
Kegiatan ujian praktik memasak dan menata makanan ini kata Zazili rutin dilakukan setiap tahunnya. Hal ini bertujuan agar siswa dapat menerapkan bagaimana cara membuat menu masakan sehat dan menyajikannya. “Penilaian diambil tidak lain untuk nilai akhir kelulusan mereka,” ujar Zazili.
Proses penilaian dilakukan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Marwiyah bersama beberapa guru lainnya. Penilaian mencakup beberapa aspek, antara lain persiapan bahan, penyajian, rasa, kreativitas, kekompakan tim, serta kemampuan menyusun perencanaan dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan memasak dan berwirausaha yang bermanfaat bagi mereka di masa depan. (Joe)
Editor : Fadilah
