Search

Indra Jaya: Madrasah Diniyah Garda Terdepan Pendidikan Akhlak Generasi Muda

indra-jaya-madrasah-diniyah-garda-terdepan-pendidikan-akhlak-generasi-muda
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Indra Jaya, menegaskan bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) merupakan garda terdepan dalam pendidikan akhlak dan pembentukan karakter generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan Indra Jaya saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Lampung yang digelar di Pondok Pesantren/Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al-Ishlah, Minggu (8/2/2026).

“Madrasah Diniyah Takmiliyah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, moral, dan budi pekerti kepada anak-anak sejak usia dini. Inilah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter,” ujar Indra Jaya.

Rakerwil FKDT Provinsi Lampung tersebut mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti Menuju Diniyah yang Berprestasi” dan diikuti pengurus FKDT tingkat provinsi, kabupaten/kota, para pimpinan MDT, serta tokoh pendidikan keagamaan Islam.

Menurut Indra Jaya, di tengah tantangan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat, keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah semakin relevan sebagai benteng moral bagi generasi muda. Ia menilai, pendidikan akhlak tidak cukup hanya disampaikan di ruang formal, tetapi harus diperkuat melalui lembaga pendidikan keagamaan yang dekat dengan masyarakat.

“Prestasi akademik penting, tetapi membangun karakter, akhlakul karimah, dan budi pekerti adalah kunci untuk memajukan bangsa secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam sambutannya, Indra Jaya juga menekankan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian FKDT ke depan. Pertama, penguatan kualitas Madrasah Diniyah Takmiliyah melalui peningkatan kompetensi ustaz dan ustazah, pengembangan kurikulum, serta pembinaan santri yang berkelanjutan.

Kedua, penguatan sinergi dan koordinasi antara pengurus FKDT di semua tingkatan dengan Kementerian Agama, agar program-program pembinaan MDT selaras dengan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan keagamaan Islam.

Ketiga, penguatan kemandirian organisasi dan keteladanan pengurus FKDT. Menurut Indra Jaya, pengurus FKDT harus menjadi contoh dalam integritas, etos kerja, dan pengabdian, sehingga nilai-nilai akhlak tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Indra Jaya berharap Rakerwil FKDT mampu menghasilkan program kerja yang realistis, inovatif, dan berdampak langsung bagi penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah di daerah.

“Melalui Rakerwil ini, mari kita perkuat peran Madrasah Diniyah sebagai pusat pembinaan akhlak dan karakter generasi muda demi masa depan bangsa,” ujarnya. (Humas)

Penulis  :  Anggithya

Editor   :  Alifah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil