Lampung (Humas) — Kesehatan santri menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, upaya peningkatan layanan kesehatan di lingkungan pesantren perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Indra Jaya, saat mewakili Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain pada kegiatan Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para santri di Pondok Pesantren Madarijul 'Ulum Bandar Lampung, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut dihadiri Sekretaris Kemenko PMK Imam Machdi, Kasubdit Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI Endi Suhendi, unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pimpinan dan pengurus pondok pesantren, serta ratusan santri.
Dalam kesempatan itu, Indra Jaya mengapresiasi pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar kalangan santri. Menurutnya, kesehatan merupakan modal utama bagi santri untuk mengembangkan kapasitas diri, baik dalam bidang keagamaan maupun akademik.
"Santri sehat menjadi kunci terwujudnya Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat akan lebih optimal dalam belajar, beribadah, mengembangkan kompetensi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ujar Indra Jaya.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan memiliki daya saing. Oleh karena itu, aspek kesehatan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan di lingkungan pesantren.
"Kami menyambut baik sinergi antara Kemenko PMK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada kesehatan santri. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak pesantren," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kemenko PMK Imam Machdi mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045.
Menurutnya, generasi unggul tidak hanya ditopang oleh kemampuan intelektual, tetapi juga kesehatan fisik dan mental yang baik.
"Generasi emas adalah generasi yang sehat, cerdas, berintegritas, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, kesehatan menjadi fondasi penting yang harus dijaga sejak dini," ujarnya.
Imam menambahkan, santri memiliki peluang besar menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesehatan peserta didik di lingkungan pesantren.
Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI Endi Suhendi menyampaikan apresiasi atas inisiasi Kemenko PMK yang menghadirkan layanan kesehatan bagi para santri.
Menurut Endi, program tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan pesantren yang ramah, aman, dan sehat.
"Dalam tubuh yang sehat terdapat akal yang sehat. Santri yang sehat akan lebih mudah belajar, berpikir jernih, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya," kata Endi.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Madarijul 'Ulum Bandar Lampung, Ihya Ulumudin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dipilihnya pesantrennya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa pesantren yang dipimpinnya terus berupaya mengembangkan pendidikan yang seimbang antara penguatan ilmu keagamaan, akademik, keterampilan, dan pembinaan kesehatan santri.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga para santri semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, mereka dapat belajar dan berprestasi secara maksimal," ujarnya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan, serta konsultasi medis bagi para santri. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan keagamaan, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan yang prima sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Humas)