Pringsewu, Laskar Tinta Emas
MAN 1 Pringsewu mulai bergerak dengan aksi nyata untuk menjadi sekolah Adiwiyata! Langkah awal yang dilakukan adalah menyusun Program Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Program ini mencakup berbagai kegiatan yang mendukung kurikulum dan bisa menjadi kebiasaan baru yang positif bagi siswa.
Program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab siswa, tetapi melibatkan seluruh warga sekolah.kegiatan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan barang yang bisa dipakai ulang, membawa botol minum dan wadah makan dari rumah, menjadi kebiasaan baru yang ditanamkan.
Sekolah juga sudah berdiskusi dengan kantin agar ke depannya alat makan bisa disediakan dan dikembalikan di titik-titik tertentu.
“Kita tahu anak-anak kadang ribet kalau harus balikin ke kantin, jadi nanti kita sediakan tempat pengembalian alat makan,” ujar Bu Rina Qurnianti, ketua adiwiyata saat ditemui oleh tim Laskar Tinta Emas di kantornya Sabtu (17/5/2025)
Dalam mendukung program ini, sekolah juga membentuk sekitar 200 kader Adiwiyata dengan enam kader inti. Para kader ini menjadi motor penggerak dalam menjaga dan mencintai lingkungan. Mereka dibagi dalam beberapa bidang seperti tanaman, tempat sampah, pengelolaan limbah, pembuatan pupuk, dan perairan.
Tugas para kader tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi contoh bagi siswa lain serta aktif menyampaikan pesan-pesan lingkungan melalui media sosial dan kampanye kelas ke kelas.
Ia berharap, kegiatan ini mampu membentuk kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan di kalangan seluruh warga sekolah.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen MAN 1 Pringsewu dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan dan mendukung pembentukan karakter siswa yang peduli terhadap alam sekitar. (Vika Dwi Aprilia & Naeila Nury Anjani)
