Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Dalam
upaya mewujudkan tata kelola yang baik dan bersih, Kepala MTsN 1 Tanggamus, H.
Ramdani, menginisiasi rapat koordinasi khusus dengan seluruh jajaran pimpinan
madrasah. Rapat yang berlangsung (27/7), ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi
dan komitmen dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi
(WBK).
Dalam sambutannya, H. Ramdani
menekankan bahwa integritas merupakan fondasi yang kokoh dalam membangun sebuah
institusi yang terpercaya. "Integritas bukan hanya sekedar kata-kata,
tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Dengan integritas,
kita dapat membangun kepercayaan dari seluruh stakeholder, mulai dari siswa,
orang tua, guru, hingga masyarakat luas," tegas H. Ramdani.
Lebih lanjut, H. Ramdani
menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi tanggung
jawab pimpinan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh civitas
akademika MTsN 1 Tanggamus. "Setiap individu memiliki peran penting dalam
mewujudkan madrasah yang bersih dan melayani. Mari kita bersama-sama
berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, transparan, dan
akuntabel," ajaknya.
Untuk mendukung terwujudnya Zona
Integritas, MTsN 1 Tanggamus telah merumuskan sejumlah rencana aksi, di
antaranya pembentukan tim kerja khusus yang bertugas memantau dan mengevaluasi
pelaksanaan program Zona Integritas, sosialisasi nilai-nilai integritas kepada
seluruh warga madrasah secara berkala, serta pengembangan sistem pengelolaan
data yang transparan dan akuntabel. Selain itu, madrasah juga akan menjalin
kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan dan Kantor
Kementerian Agama, untuk mendapatkan dukungan dan pendampingan dalam upaya
mewujudkan Zona Integritas.
H. Ramdani optimis bahwa dengan
komitmen dan kerja sama yang baik, MTsN 1 Tanggamus akan berhasil mewujudkan
Zona Integritas. "Mari kita jadikan MTsN 1 Tanggamus sebagai contoh
madrasah yang bersih, melayani, dan berintegritas. Dengan demikian, kita tidak
hanya memberikan manfaat bagi madrasah kita sendiri, tetapi juga memberikan
kontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia," pungkasnya. (In/ Mela
Basyar)
