Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Jelang Hari Suci Galungan, Penyuluh Agama Hindu Dan Umat Satukan Langkah Persiapkan Persembahyangan

Kamis, 11 Juni 2026 Humas Lampung Tengah Editor: Aziz
Jelang Hari Suci Galungan, Penyuluh Agama Hindu Dan Umat Satukan Langkah Persiapkan Persembahyangan
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Ria

Lampung Tengah, Kemenag (Humas)- Menjelang perayaan Hari Suci Galungan, umat Hindu di Kampung Karang Endah, Kecamatan Terbanggi Besar, mulai mematangkan berbagai persiapan guna memastikan rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan khidmat. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan sembahyang bersama yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi persiapan Hari Suci Galungan di Pura Tunjung Sweta, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, S.Pd., S.H., bersama Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karang Endah, para pengurus pura, serta umat Hindu setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama sebagai wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Suasana kebersamaan yang terbangun dalam persembahyangan kemudian dilanjutkan melalui rapat koordinasi yang membahas berbagai persiapan teknis menjelang pelaksanaan Hari Suci Galungan.

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas pembagian tugas kepanitiaan, kesiapan sarana dan prasarana persembahyangan, penataan lingkungan pura, hingga keterlibatan umat dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan keagamaan.

Pada kesempatan itu, I Ketut Ginada menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Hari Suci Galungan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh semangat kebersamaan dan gotong royong umat dalam mempersiapkannya.

"Galungan mengajarkan kemenangan Dharma melawan Adharma. Nilai itu tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menyukseskan pelaksanaan hari suci," ujarnya.

Ia juga mengajak umat untuk menjadikan momentum Galungan sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat sradha dan bhakti, serta mempererat hubungan antarsesama umat dalam kehidupan bermasyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari pengurus dan umat terkait pelaksanaan persembahyangan yang akan datang. Kesepakatan yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung terselenggaranya perayaan Hari Suci Galungan secara tertib, aman, dan penuh makna spiritual.

Melalui koordinasi yang matang dan partisipasi aktif seluruh umat, perayaan Hari Suci Galungan di Pura Tunjung Sweta diharapkan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperkuat persaudaraan, menjaga keharmonisan sosial, serta menumbuhkan semangat pengamalan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari.