Search

Jelang Munas KMHDI, Kabid Bimas Hindu Tekankan Pentingnya Pola Pikir Terbuka dan Tangguh

jelang-munas-kmhdi-kabid-bimas-hindu-tekankan-pentingnya-pola-pikir-terbuka-dan-tangguh
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) yang akan digelar pada akhir Oktober 2025 di Bandar Lampung, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menerima audiensi dari jajaran pengurus KMHDI Provinsi Lampung, Rabu (16/7).

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PD KMHDI Provinsi Lampung I Nengah Candra Irawan dan diikuti Ketua PC KMHDI dari Kota Bandar Lampung Wayan Eriko Aditama, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kota Metro. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Munas serta menjadi ruang silaturahmi dan dialog strategis antara KMHDI dan pemerintah dalam hal pembinaan generasi muda Hindu.

Dalam sambutannya, Ketua PD KMHDI Provinsi Lampung I Nengah Candra Irawan menyampaikan pentingnya arahan dan dukungan dari pemerintah, khususnya Bimas Hindu, untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.

“Munas adalah momentum konsolidasi nasional yang harus kami persiapkan secara matang. Kami berharap Kabid Bimas Hindu dapat terus memberikan bimbingan agar KMHDI Lampung mampu menjadi tuan rumah yang baik serta melahirkan gagasan besar bagi kemajuan pemuda Hindu Indonesia,” ujar I Nengah Candra Irawan.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Bimas Hindu Kanwil Kemenag Lampung, Jumadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas serta menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda Hindu yang visioner, terbuka, dan tangguh.

“Saya berharap KMHDI mampu menjadi wadah pembentukan karakter muda Hindu yang berpikir terbuka (open mind), mampu merespons perubahan dengan cepat, dan memiliki visi jauh ke depan,” tegas Jumadi.

Ia juga menekankan bahwa kemandirian dalam berorganisasi harus tetap dibarengi dengan rasa hormat dan keterbukaan terhadap bimbingan orang-orang tua atau senior.

“Mandiri bukan berarti menutup diri. Justru semakin kuat prinsip organisasi, maka semakin penting peran bimbingan dari mereka yang sudah berpengalaman. Semangat anak muda yang besar harus diarahkan dengan bijak agar tidak destruktif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Jumadi juga mendorong KMHDI untuk terus memperluas jaringan dan membangun sinergi baik di dalam maupun di luar komunitas mahasiswa Hindu.

“KMHDI jangan hanya fokus ke dalam, tapi juga harus mampu menjalin kerja sama lintas sektor untuk memperkuat eksistensi dan peran strategis organisasi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan semangat kolaboratif antara KMHDI dan Bimas Hindu, serta komitmen bersama untuk menyukseskan Munas KMHDI 2025 sebagai forum strategis bagi masa depan pemuda Hindu Indonesia.(Anggithya/Aditya)



Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil