Bandar Lampung, Kemenag (Humas) --- Penguatan
Updating Emis dan Realisasi eRKAM Tahun 2024 oleh seksi Pendidikan Madrasah
Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung yang dilaksanakan di Gedung Serba
Guna (GSG) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Aganma Kota Bandar lampung Makmur, bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Said Karimin dan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung Nauval, serta diikuti oleh 184 peserta terdiri dari operator EMIS dan e-RKAM yang berasal dari 125 lembaga, RA, MI, MTs, MA Negeri dan Swasta Madrasah se Kota Bandar Lampung, selasa (10/12/2024).
tujuan dari kegiatan EMIS dan eRKAM
pada tahun 2024 adalah untuk memperbaiki sistem manajemen pendidikan Islam di
Indonesia, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan
anggaran di madrasah, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik
melalui perencanaan yang berbasis data dan sistem digital yang efisien. Kedua
sistem ini saling mendukung dalam mewujudkan pendidikan Islam yang lebih
berkualitas, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Dengan memperhatikan tujuan-tujuan ini, diharapkan madrasah dapat semakin maju dalam mengelola pendidikan dan kegiatan mereka, serta pemerintah (Kemenag) dapat lebih mudah memantau dan mendukung perkembangan pendidikan Islam di seluruh Indonesia. Ungkap Said Karimin, dalam laporannya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Bandar Lampung, Makmur, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendataan
melalui EMIS dan eRKAM untuk mendukung validitas data madrasah. Data yang
diinput meliputi riwayat pendirian, izin operasional, bantuan BOS, tunjangan
fungsional, sarana-prasarana, hingga program PIP, yang menjadi referensi
Kementerian Agama dalam merumuskan kebijakan pendidikan.
Operator EMIS diharapkan menginput
data secara valid, mengikuti perkembangan teknologi informasi, dan menjaga
ketepatan waktu sesuai jadwal cut-off untuk menghindari risiko bagi lembaga
terkait. EMIS berfungsi untuk memperbaiki proses manajemen pendidikan,
menyediakan informasi akurat, serta mendukung pengambilan keputusan yang
berkualitas.
Dengan partisipasi aktif dan
komitmen peserta, diharapkan pengelolaan data pendidikan ke depan lebih
akuntabel dan akurat. Tandasnya. (Mushollin)
