Search

Kabid Bimas Hindu: “Bantuan Ini Harus Dimanfaatkan dan Dirawat sebagai Aset Pura”

kabid-bimas-hindu-bantuan-ini-harus-dimanfaatkan-dan-dirawat-sebagai-aset-pura
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepemangkuan kepada lima pengurus pura se-Lampung, Senin (18/7/2025). Penyerahan dilakukan di ruang kerja Kabid Bimas Hindu dan turut disaksikan oleh Ketua Tim Kelembagaan, Ida Bagus Putu Mambal.

Lima pura penerima bantuan tersebut berasal dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Tengah. Bantuan ini merupakan upaya Kementerian Agama dalam mendukung keberlangsungan layanan keagamaan Hindu, khususnya peran strategis para pemangku dalam menjaga spiritualitas dan adat di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Jumadi menekankan bahwa bantuan ini tidak diberikan secara rutin dan perlu dirawat sebagai bagian dari aset keagamaan umat Hindu. “Bantuan ini harus dimanfaatkan dan dirawat sebagai aset pura. Karena belum tentu setiap tahun diberikan di tempat yang sama. Maka, kami berharap agar bantuan ini dijaga dan digunakan sebaik-baiknya untuk pelayanan umat,” ujar Jumadi.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran menyebabkan distribusi bantuan sarana kepemangkuan dilakukan secara bertahap dan selektif. Namun demikian, kehadiran bantuan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan di tingkat lokal.

“Ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bentuk dukungan negara terhadap peran pemangku yang menjadi pilar penting kehidupan beragama umat Hindu. Meski belum menjangkau seluruh wilayah, kami berupaya terus hadir bagi umat,” katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Kabid Bimas Hindu Jumadi juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menjaga keberlanjutan pendidikan dan pelayanan keumatan di pura.

“Pemangku memiliki tanggung jawab besar dalam membina umat, terutama dalam upaya pelestarian ajaran, etika, dan tradisi Hindu. Oleh karena itu, keberadaan sarana prasarana yang memadai akan sangat membantu dalam melaksanakan tugas-tugas spiritual tersebut secara lebih terarah dan bermartabat,” tegasnya.

Jumadi juga mengajak seluruh pengurus pura untuk terus proaktif dalam menjalin komunikasi dengan Kementerian Agama, baik dalam hal pelaporan kegiatan, pembinaan kelembagaan, maupun pengusulan program-program pembinaan ke depan.

“Kami terbuka menerima masukan dan usulan. Silakan berkoordinasi dengan Tim Kelembagaan dan Penyuluhan Bimas Hindu. Ke depan, kita ingin pembinaan umat Hindu semakin menyentuh kebutuhan riil di lapangan,” tambah Jumadi.

Sementara itu, Ketua Tim Kelembagaan, Ida Bagus Putu Mambal, menuturkan bahwa proses penyaluran bantuan telah melalui tahapan seleksi berdasarkan usulan dan kebutuhan lapangan. Ia berharap bantuan yang diberikan benar-benar menjadi penunjang aktivitas keagamaan, bukan hanya sekadar simbolik.

“Setiap pura yang menerima bantuan telah diverifikasi secara administratif dan fungsional. Kita pastikan bahwa sarana ini akan digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Ida Bagus.

Para pengurus pura menyambut baik bantuan yang diberikan. Salah satu penerima, perwakilan dari Kabupaten Way Kanan, I Gede Budi Artana menyampaikan apresiasi dan menyatakan bahwa perlengkapan yang diterima akan sangat membantu pemangku dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami di daerah. Terima kasih atas perhatian pemerintah melalui Kanwil Kemenag. Kami siap menjaga dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujarnya.(Anggithya)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil