Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menegaskan pentingnya keberadaan pasraman sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter dan budaya. Hal ini ia sampaikan saat melakukan visitasi ke Pasraman Non Formal Dharma Natha Raja di Perumahan Griya Abdi Negara, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Senin (21/7/2025).
Visitasi tersebut
dilakukan dalam rangka proses verifikasi pengajuan izin operasional pasraman,
sebagaimana diatur dalam Keputusan Dirjen Bimas Hindu Nomor 23 Tahun 2024
tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasraman Non Formal.
“Kami ingin
memastikan bahwa pasraman ini betul-betul siap, baik dari sisi administratif,
program kerja, tenaga pendidik, hingga dukungan kelembagaan. Semua unsur ini
penting untuk menjamin kualitas pembelajaran yang akan dijalankan,” ujar
Jumadi.
Menurut Jumadi,
pendirian pasraman non formal tidak semata-mata soal memenuhi persyaratan
administratif, melainkan juga harus menjawab kebutuhan masyarakat Hindu akan
pendidikan yang menanamkan nilai, karakter, dan keterampilan berbasis budaya.
“Pasraman adalah
ruang lahirnya generasi muda Hindu yang tangguh, kreatif, dan memiliki
kepribadian kuat. Karena itu, kita dorong agar pasraman juga terbuka terhadap
perkembangan teknologi dan informasi, supaya tidak tertinggal zaman,”
tambahnya.
Ia juga menyebutkan
bahwa Dharma Natha Raja merupakan pasraman non formal kedua di Provinsi Lampung
dan juga di tingkat nasional yang tengah mengajukan izin operasional resmi dari
Kementerian Agama.
Dalam kesempatan
ini, Jumadi menyampaikan apresiasi atas semangat para pengelola pasraman dan
mengingatkan pentingnya menjaga kualitas serta integritas dalam proses
pembelajaran.
“Yang membedakan
pasraman adalah ciri khasnya: pendidikan yang membentuk jiwa dan keterampilan
berbasis dharma. Kita ingin pasraman menjadi tempat belajar yang membanggakan
dan adaptif terhadap zaman,” kata Jumadi.
Ia berharap proses
visitasi ini dapat menjadi tahap akhir menuju terbitnya izin operasional resmi,
sehingga Dharma Natha Raja dapat berperan aktif dalam mencerdaskan generasi
muda Hindu di Lampung.
Turut mendampingi
Jumadi dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Pendidikan SC Riananda Adi, Ketua
Tim Kelembagaan Ida Bagus Putu Mambal, dan Ketua Tim Kepenyuluhan Sri Widati.
Kehadiran rombongan
dari Kanwil Kemenag Lampung disambut hangat oleh para pengelola dan pemangku
kepentingan pasraman, antara lain Ketua Komite Pasraman AKBP I Made Kartika,
Ketua Yayasan Widyalaya Ir. Made Purnama Putra Kamandaka, Ketua Pasraman Non
Formal Ni Luh Ade Puspa, Kepala Sekolah Widyalaya Suntati Asih, serta Ketua
Banjar I Ketut Suma.
Dalam pemaparannya,
Ni Luh Ade Puspa menyampaikan bahwa seluruh berkas administratif telah lengkap
dan pasraman telah merancang program pembelajaran berbasis seni budaya Bali,
seperti tari, megamel, dan seni rupa.
“Program yang kami siapkan berfokus pada pelestarian budaya dan penguatan karakter siswa, yang selaras dengan misi pasraman,” jelasnya.(Anggithya/Rizki)
