Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Jumadi, menyebut sarati sebagai pilar utama dalam kesuksesan upacara keagamaan Hindu. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Sarati Banten Indonesia Provinsi Lampung yang digelar pada Minggu (13/7/2025) di Balai Banjar Tengah, Sukabumi, Kota Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Jumadi mengungkapkan bahwa sarati memiliki kedudukan yang sangat penting dalam praktik keagamaan Hindu. Mereka bukan hanya perajin, tetapi juga penjaga nilai spiritual dan budaya yang diwariskan turun-temurun.
“Saya ingin menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi kepada para sarati. Mereka adalah ujung tombak pelaksanaan upakara yadnya. Keberhasilan sebuah upacara suci sangat ditentukan oleh tangan-tangan terampil dan hati yang tulus dari para sarati dalam merangkai banten,” ujar Jumadi di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Lebih lanjut, Jumadi menekankan bahwa ilmu dan keahlian para sarati tidak boleh berhenti di satu generasi. Ia mengajak agar para anggota aktif mengajarkan keterampilan ini kepada anak-anak muda, khususnya remaja perempuan Hindu di Lampung.
“Mari kita jadikan organisasi ini tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga pusat belajar. Transfer ilmu adalah kunci agar tradisi ini tidak hilang. Ajak anak-anak kita mengenal, memahami, dan mencintai budaya leluhur kita,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jumadi juga menyinggung pentingnya legalitas organisasi Sarati Banten Indonesia. Ia mendorong agar seluruh pengurus segera melengkapi dokumen administratif yang diperlukan agar eksistensi organisasi ini memiliki dasar hukum yang kuat.
“Dengan dokumen yang lengkap dan terdaftar resmi, organisasi ini akan memiliki ruang lebih luas untuk bermitra, mendapat pembinaan, serta terlibat dalam kegiatan keumatan dan kebudayaan bersama pemerintah maupun lembaga lainnya,” jelasnya.
Jumadi menegaskan bahwa sarati merupakan bagian tak terpisahkan dari spiritualitas umat Hindu. Dalam berbagai upacara seperti piodalan, melasti, ngaben, dan odalan, kehadiran banten yang disusun dengan benar dan penuh makna menjadi representasi persembahan tulus kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Kabid Bimas Hindu menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong dalam menjalankan roda organisasi.
“Sarati Banten Indonesia bukan hanya tempat berkarya, tapi juga tempat untuk saling menguatkan. Mari kita jaga organisasi ini dengan hati yang bersih dan niat yang suci. Banten bukan hanya bentuk, tetapi juga doa. Dan kalianlah perajutnya,” tegas Jumadi.
Ke depan, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung melalui Bimas Hindu berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina organisasi ini secara berkelanjutan, termasuk dalam hal pelatihan, penyuluhan, hingga peningkatan literasi keagamaan terkait upakara yadnya.(Anggithya/Rizky)