Lampung (Humas) --- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa peran humas pemerintah tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi. Lebih dari itu, humas harus mampu membangun makna dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.
Pesan itu disampaikan Ganjar saat menjadi narasumber pada Pertemuan Stakeholder Kehumasan di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung Tahun 2025, yang digelar di Hotel Nuris, Bandar Lampung, Selasa (7/10/2025). Dalam sesinya bertajuk tentang “Strategi Kehumasan Pemerintah dan Penguatan Branding Organisasi”, ia menguraikan pentingnya reposisi peran humas di era keterbukaan informasi.
"Humas adalah wajah pemerintah di mata publik. Ia menjadi jembatan antara kebijakan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, tugas humas bukan sekadar menyebarkan informasi, tetapi membangun makna dan kepercayaan,” ujar Ganjar.
Menurutnya, humas yang efektif adalah mereka yang mampu menghadirkan komunikasi publik yang kredibel, empatik, dan berkelanjutan. Informasi yang disampaikan pemerintah harus bernilai edukatif, tidak hanya faktual, namun juga menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
“Branding organisasi pemerintah lahir dari perilaku dan komunikasi yang konsisten. Publik menilai lembaga dari bagaimana ia mendengarkan, merespons, dan melayani,” tambahnya.
Ganjar juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Humas, katanya, kini tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi harus aktif dalam ruang digital sebagai bagian dari strategi komunikasi terpadu.
“Media sosial adalah ruang baru membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Di sinilah humas perlu hadir dengan konten positif, santun, dan informatif,” ujarnya.
"Branding organisasi pemerintah lahir dari perilaku dan komunikasi yang konsisten. Publik menilai lembaga dari bagaimana ia mendengarkan, merespons, dan melayani,” tambahnya.
Ganjar juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Humas, katanya, kini tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi harus aktif dalam ruang digital sebagai bagian dari strategi komunikasi terpadu.
“Media sosial adalah ruang baru membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Di sinilah humas perlu hadir dengan konten positif, santun, dan informatif,” ujarnya.
Pertemuan Stakeholder Kehumasan ini merupakan agenda tahunan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung untuk memperkuat kapasitas dan sinergi antar-humas di lingkungan Kementerian Agama. Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk merumuskan arah komunikasi publik yang lebih terkoordinasi, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Lampung berharap humas di setiap satuan kerja semakin memahami perannya sebagai penjaga citra, penyampai pesan kebijakan, dan penghubung kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.(Anggithya/Humas)
