Metro,
MAN 1 (humas) -- Kepala MAN 1 Metro H. Sarjono, S. Pd., M. Pd memberikan materi
perdana kepada peserta pada Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Ke – 35 Tahun 2024 di
Aula Bumi Perkemahan Kampus 2 terkait kepemimpinan pada hari Sabtu, 10 Agustus
2024 pukul 10.00 WIB. (10/8)
Kegiatan
pemberian materi pertama yang diikuti oleh seluruh peserta PTA 2024 ini sukses menyihir
dan membahagiakan peserta. Selain peserta mendapatkan materi kepemimpinan, juga
mendapatkan motivasi belajar dan cita – cita kedepan. Tidak hanya mendapatkan
materi, peserta juga diajak bermusyawarah, berdiskusi, dan bernyayi bahkan
diajak bermain game. Tentunya ini tidak tanpa sebab, beliau selaku pemateri
ingin kelas menjadi hidup dan interaktif.
Kak
Sarjono bahkan mengulik lebih dalam karakter setiap peserta dimulai dari cara
berdiri, berbicara dengan microphone dan berpakaian bahkan cara berpenampilan
khususnya style rambut. Tentu tidak lepas dari perhatiannya. Dari barisan
paling depan sampai barisan tengah maupun paling ujung tidak lepas dari perhatiannya.
Hal ini menjadi pembelajaran untuk semua pengajar dan Pembina bagaimana cara
menguasai kelas dengan efisien dan baik sesuai dengan tema yang diberikan
yaitu, Kepemimpinan.
‘Kepemimpinan
adalah proses mengarahkan orang dan mempengaruhi aktifitas – aktifitas yang
berhubungan dengan tugas dari anggota – anggota kelompok. Memimpin orang atau
mengarahkan orang atau mengatur orang adalah suatu hal yang ‘gampang – gampang susah, " ujarnya.
"Lantas,
bagaimanakah gaya kepemimpinan yang efektif?, ‘tanya Sarjono.
‘Tidak
ada satu cara yang terbaik untuk mempengaruhi perilaku seseorang. Karena gaya
kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan tingkat
kedewasaan bawahan. Sebab kedewasaan bawahan terkait dengan dua hal, kematangan
pekerjaan dan kematangan psikologis. Ada gaya kepemimpinan Autokratik,
partisipatif dan bebas kendali.’
‘Jika
ingin memimpin, kenali dulu 6 hal, yaitu kenali dirimu, kenali situasi yang
dihadapi, pilih gaya yang cocok dengan situasi tersebut, penuhi kebutuhan tugas
kelompok dan terakhir penuhi kebutuhan individu. Kita sudah belajar cara atau
gaya kepemimpinan versi Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan
memberi contoh), Ing Madyo Mangun Karso (ditengah memberikan motivasi) dan Tut
Wuri Handayani (dibelakang memberi dorongan atau support), ‘tegasnya.
‘Lantas
kapan seseorang menjadi pemimpin, ketika dilahirkan untuk jadi pemimpin
(Rosul/Nabi), factor keturunan (Raja/Ratu), dipilih oleh kelompok karena
kharismatik dan dapat dipercaya serta jujur. Karena tanggung jawab pemimpin
dalam pramuka diarahkan untuk membentuk pemimpin yang bertanggung jawab pada
diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, dan Tuhan Yang Maha Esa,
‘lanjutnya.
Sesi
materi pertama yang dibawakan oleh Kak Sarjono ditutup dengan sesi foto bersama
para peserta Tamu Ambalan Ke – 35 sebagai bahan dokumentasi dan publikasi di
MAN 1 Metro. (Jr/Anggithya)