Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, membuka kegiatan Diseminasi Madrasah Pandai Berhitung Menggunakan Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang berlangsung di MIN 2 Way Kanan pada Jumat, 2 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pengajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan kepada para guru di lingkungan KKM (Kelompok Kerja Madrasah) MIN 2 Way Kanan.
Dalam sambutannya, Fitria Yuliza, Plt. Kepala Madrasah MIN 2 Way Kanan, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. "Kami sangat bersyukur bisa berkumpul di aula MIN 2 Way Kanan untuk kegiatan diseminasi metode Gasing ini, yang terlaksana berkat kerjasama antara madrasah-madrasah di KKM MIN 2," ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa salah satu guru di madrasahnya, Dahlia, telah mengikuti Diklat fasilitator metode Gasing di Bandar Lampung, yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Metode Gasing, yang dikenal sebagai metode pengajaran matematika yang Gampang, Asyik, dan Menyenangkan, diharapkan dapat mengubah cara pandang guru dan siswa terhadap pelajaran matematika yang kerap kali dianggap sulit.
Sebanyak 17 peserta itu terdiri dari anggota KKM dan Guru MIN 2 Way Kanan mengikuti diseminasi tersebut. Fitria berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat besar bagi para guru, sehingga mereka dapat menerapkan metode Gasing dalam pengajaran di madrasah masing-masing.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 6 Oktober 2024 ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim.
Dalam arahannya, Kakankemenag menekankan pentingnya penerapan metode Gasing dalam proses pembelajaran matematika. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam pengajaran matematika adalah pandangan siswa bahwa pelajaran ini sulit dan membosankan. Melalui metode Gasing, ia berharap hal tersebut dapat diubah.
"Guru yang mengikuti kegiatan ini harus benar-benar serius. Matematika sering dianggap sulit, tetapi dengan metode Gasing, kita bisa menjadikannya pelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Sebelum mengajarkan metode ini, para guru harus terlebih dahulu menjiwai dan menjadi pendidik yang menyenangkan bagi para siswa," ujarnya.
Selain itu, Kakankemenag juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengajar. Menurutnya, kepala madrasah memiliki tanggung jawab penuh untuk memantau dan mengawasi jalannya proses belajar mengajar di madrasah mereka masing-masing.
"Dengan penerapan metode Gasing, kita harapkan dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap pelajaran matematika, sehingga matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang ditakuti," tambahnya.
Lebih lanjut, Kakankemenag berpesan kepada para guru agar melaksanakan tugas mereka dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Menurutnya, peran guru tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan di masa depan sangat besar dan memerlukan kesiapan dari seluruh pendidik.
"Semoga ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini dapat diterapkan dengan baik dalam proses belajar mengajar, dan selamat mengikuti kegiatan ini. Saya berharap para guru dapat mengamalkan ilmu yang didapat dengan sabar, sungguh-sungguh, dan ikhlas," pungkasnya. (Fit/Hand)
Editor : Fadilah
