Bandar Lampung, Kemenag (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Bandar
Lampung melaksanakan Bimbingan Teknis bagi guru dan tenaga kependidikan
madrasah se-KKM MIN 1 Bandar Lampung pada Rabu, 26 November 2025 di MIN 1
Bandar Lampung. Kegiatan yang diikuti 40 peserta ini dihadiri Kepala Kankemenag
Kota Bandar Lampung, Makmur; Kasubbag TU, Kasimun; Kasi Penmad, Said Karimin;
Dr. H. Darmadi; Pengawas Madrasah, Masniati; serta Kepala MIN 1 Bandar Lampung,
Hizbuddin Burmelli. Bimtek diarahkan untuk memperkuat kompetensi pendidik,
meningkatkan kualitas layanan, dan memantapkan kesiapan madrasah dalam
menerapkan regulasi pendidikan terbaru.
Dalam sambutannya, Makmur menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah merupakan komitmen strategis Kemenag dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kepatuhan terhadap regulasi, serta konsistensi dalam implementasi kurikulum. Makmur juga mendorong peserta untuk berperan aktif memperkuat tata kelola dan inovasi pembelajaran agar madrasah semakin adaptif dan kompetitif.
Pada sesi materi, Makmur menjelaskan inti Asta Prota Kementerian Agama RI
yang menekankan delapan program prioritas, termasuk penguatan moderasi
beragama, transformasi digital, peningkatan mutu pembelajaran, dan penguatan
tata kelola satuan pendidikan. Ia menegaskan bahwa madrasah harus memiliki visi
yang jelas, manajemen yang tertib, serta pembelajaran yang relevan dengan
kebutuhan peserta didik.
Kasubbag TU, Kasimun, menyampaikan materi Moderasi Beragama dan Ekoteologi,
menekankan empat indikator moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi,
antikekerasan, dan penerimaan terhadap kearifan lokal. Ia juga menekankan
pentingnya literasi lingkungan sebagai bagian dari pembentukan budaya madrasah
yang peduli ekologi.
Kasi Penmad, Said Karimin, memaparkan substansi KMA 1503 Tahun 2025 tentang
pembaruan implementasi kurikulum RA/MI/MTs/MA/MAK. Ia menegaskan bahwa regulasi
ini mengarahkan madrasah untuk menerapkan kurikulum berbasis capaian
pembelajaran, penguatan karakter, fleksibilitas perencanaan, dan asesmen
autentik sesuai standar nasional pendidikan.
Dr. H. Darmadi menyampaikan materi Strategi Pembelajaran Mendalam Berbasis
Cinta, yaitu pendekatan humanis dan empatik yang mendorong hubungan positif
antara guru dan peserta didik. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan motivasi
intrinsik serta menghadirkan proses belajar yang bermakna dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kapasitas pendidik madrasah, meningkatkan pemahaman terhadap regulasi pendidikan, serta memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan berdampak pada peningkatan mutu madrasah di Kota Bandar Lampung. (Humas)
Editor: Fadilah