Search

Kakankemenag Way Kanan Serukan Pentingnya Sinergi serta pemahaman “Tupoksi”

kakankemenag-way-kanan-serukan-pentingnya-sinergi-serta-pemahaman-tupoksi
Fotografer: Humas Kanwil

Way Kanan, Kemenag (Humas) - - Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Masir Ibrahim dalam kegiatan Pembinaan ASN dan Non-ASN Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan se-Kecamatan Negeri Besar serta KKM MIN 3 Way Kanan bertempat di Aula MIN 3 Way Kanan Kecamatan Negeri Besar,  Sabtu (31/8/2024).

Acara ini dihadiri oleh Kasubbag TU, Joko Susanto, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Way Kanan, adapun peserta yang mengikuti pembinaan tersebut antara lain ASN dan pegawai  Non-ASN, termasuk anggota KKM MIN 3, RA, MI, MTs dan MA serta guru dan penyuluh agama di Kecamatan Negeri Besar.


Dalam sambutannya, Masir Ibrahim memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman akan peran masing-masing dalam organisasi. Ia menyebutkan bahwa organisasi harus dipandang sebagai sebuah kesatuan tubuh di mana setiap bagian memiliki fungsi dan tugas yang saling berhubungan. "Sebagaimana sebuah tubuh yang saling mendukung satu sama lain untuk berfungsi dengan baik, demikian pula dalam organisasi kita. Setiap anggota memiliki peran vital dan kita harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama," jelas Kakankemenag.

Kakankemenag juga menekankan betapa pentingnya koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan publikasi dalam proses belajar mengajar di madrasah. "Koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan publikasi adalah elemen-elemen krusial yang tidak bisa diabaikan, dan ketika semua elemen ini berjalan dengan baik, kita dapat memastikan bahwa proses belajar mengajar di madrasah berlangsung secara efektif dan memberikan hasil yang maksimal bagi perkembangan siswa,” tegasnya.

Lebih jauh, Kakankemenag mengingatkan para peserta tentang lima budaya kerja utama di Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, tanggung jawab, inovasi, tanggung jawab serta keteladanan. 

Kakankemenag berharap bahwa dengan menerapkan lima budaya kerja ini, setiap pegawai dapat berkontribusi lebih efektif dalam menjalankan tugas dan fungsi Kementerian Agama. "Budaya kerja ini bukan hanya sekadar prinsip, tetapi merupakan cerminan dari nilai-nilai yang kita junjung dalam setiap aspek pekerjaan kita," ungkapnya.

Mengacu pada filosofi Ki Hajar Dewantara, Masir mengingatkan para pendidik untuk menjadi teladan bagi siswa. "Seperti yang diungkapkan Ki Hajar Dewantara, seorang pendidik harus menjadi contoh yang baik di depan, mampu menciptakan prakarsa dan ide di tengah, serta memberikan dorongan dan arahan dari belakang. Prinsip ini harus kita pegang teguh dalam setiap langkah kita," tuturnya.


Sementara itu, Kasubbag TU, Joko Susanto, menyampaikan pentingnya pembinaan kepegawaian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan pegawai. "Pembinaan kepegawaian adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap pegawai memiliki kemampuan yang memadai untuk melaksanakan tugas mereka dengan efektif. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses ini," ungkap Joko Susanto.

Sementara itu Kepala MIN 3 Way Kanan Midi mengungkapkan melalui Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pegawai ASN dan Non-ASN serta mendukung upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Way Kanan khususnya pada kecamatan negeri besar. Dengan adanya pembinaan yang intensif dan penguatan komunikasi serta koordinasi, diharapkan seluruh elemen dapat bekerja lebih efektif dan harmonis untuk mencapai tujuan bersama ujar Midi. (Fit/Hand)

Editor : Fadilah


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil