Way Kanan, Kemenag (Humas) -
- Pembelajaran di luar ruangan atau Outdoor Study telah menjadi metode inovatif
yang dikembangkan oleh MIN 1 Way Kanan bagi siswa kelas 1 dalam kegiatan
belajar menggambar. Metode ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan siswa pada
proses belajar yang aktif dan menyenangkan, tetapi juga menumbuhkan
keterampilan sosial seperti kerja sama, gotong royong, serta mempererat
hubungan siswa dengan lingkungan sekitar.
Dalam pembelajaran ini, guru
berperan sebagai motivator yang membimbing siswa agar tetap aktif, kreatif, dan
produktif. Dengan pendekatan yang lebih terbuka, siswa didorong untuk
mengeksplorasi lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses belajar, sehingga
terhindar dari kejenuhan dan kebosanan yang sering terjadi dalam suasana kelas
tertutup. Pembelajaran di luar kelas juga diharapkan mampu mengubah persepsi
bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruangan.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Way Kanan, Masir Ibrahim, bersama dengan Kasi Penmad,
Hayamudin, hadir langsung meninjau
kegiatan ini di halaman madrasah pada Selasa (12/11/2024). Beliau menyampaikan
apresiasinya terhadap metode ini.
"Saya sangat mendukung
dan mengapresiasi inisiatif MIN 1 Way Kanan dalam menerapkan metode Outdoor
Study ini. Metode ini tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi
juga membantu mereka menjadi individu yang lebih kreatif dan akrab dengan
lingkungan mereka," ungkap Masir Ibrahim.
Ia menambahkan, metode
pembelajaran yang interaktif dan kreatif seperti ini sejalan dengan tujuan
pendidikan untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis,
tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik.
Para siswa tampak antusias
dalam kegiatan menggambar di luar ruangan ini, sambil belajar untuk lebih
memahami dan mengapresiasi lingkungan di sekitar mereka. Pembelajaran semacam ini
diharapkan dapat menjadi contoh bagi madrasah lain dalam menciptakan suasana
belajar yang inovatif dan bermakna bagi siswa. (Fit/Hand)
