Pringsewu, Kanwil Kemenag Lampung -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Zulkarnain meminta madrasah di Kabupaten Pringsewu memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu guru, dan menjaga integritas dalam pengelolaan pendidikan. Madrasah dinilai memiliki keunggulan besar karena memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama secara komprehensif.
Pesan itu disampaikan Zulkarnain saat memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Madrasah Tahun 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Selasa (12/5/2026).
"Madrasah harus terus membenahi diri. Tantangan kita ke depan adalah daya saing global. Karena itu, kualitas guru, tata kelola, dan pelayanan pendidikan harus terus ditingkatkan," kata Zulkarnain.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Yan Maradonna, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Herry Setiawan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu Khuzil Afwa Kahuripan, jajaran pejabat Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu, Ketua Pokjawas Pringsewu Aceng Royani, para ketua tim pada Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.
Zulkarnain mengatakan, madrasah tidak boleh dipandang sebagai lembaga pendidikan pilihan kedua. Menurut dia, madrasah memiliki keunggulan karena peserta didik tidak hanya mendapatkan mata pelajaran umum sebagaimana kurikulum nasional, tetapi juga memperoleh pendidikan agama Islam secara lebih mendalam.
Ia menyebut, penguatan mata pelajaran seperti Al-Quran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab menjadi nilai tambah madrasah dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berakhlak, dan memiliki dasar keagamaan yang kuat.
"Madrasah adalah tempat lahirnya generasi yang kuat agama, kuat ilmu, dan siap bersaing di berbagai bidang kehidupan," ujar Zulkarnain.
Namun, keunggulan tersebut, kata dia, harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Guru madrasah diminta tidak berhenti belajar dan terus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Zulkarnain mendorong guru untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan, mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya, serta memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dan administrasi pendidikan. Menurut dia, guru yang adaptif terhadap perubahan akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan bagi peserta didik.
"Ilmu pengetahuan bergerak, teknologi bergerak, maka guru juga harus bergerak. Jangan sampai pendidik kita tertinggal dari perubahan zaman," katanya.
Dalam arahannya, Zulkarnain juga menekankan pentingnya tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Ia mengingatkan kepala madrasah agar menggunakan dana BOS sesuai ketentuan dan memastikan seluruh anggaran diarahkan untuk kepentingan peserta didik serta peningkatan mutu pendidikan.
Menurut dia, dana BOS merupakan amanah negara yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Penggunaan dana tersebut harus mendukung kegiatan pembelajaran, pemenuhan kebutuhan madrasah, pemeliharaan sarana prasarana, serta pembayaran honor guru sesuai aturan.
"Dana BOS itu amanah untuk siswa. Jangan sampai disalahgunakan. Kalau tata kelola madrasah ingin maju, maka integritas harus menjadi fondasinya," kata Zulkarnain.
Selain guru dan kepala madrasah, Zulkarnain memberikan perhatian khusus kepada operator madrasah. Ia menyebut operator sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan karena berperan dalam pengelolaan data, administrasi, dan pelaporan.
"Operator ini pahlawan data madrasah. Banyak program berjalan karena data yang mereka kelola. Maka kepala madrasah harus memperhatikan mereka," ujarnya.
Zulkarnain juga menyinggung arah kebijakan Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan berbasis cinta. Menurut dia, nilai cinta, kasih sayang, dan keteladanan perlu dihadirkan dalam proses pendidikan agar madrasah menjadi ruang belajar yang ramah, aman, dan membentuk karakter peserta didik.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Herry Setiawan dalam laporannya menyampaikan, Rakorda Madrasah Tahun 2026 di Kabupaten Pringsewu diikuti unsur kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu.
Herry menyebut, Kabupaten Pringsewu memiliki 112 madrasah. Jumlah itu terdiri atas 33 Raudhatul Athfal, 36 Madrasah Ibtidaiyah, 32 Madrasah Tsanawiyah, dan 11 Madrasah Aliyah.
Jumlah peserta didik madrasah di Kabupaten Pringsewu pada seluruh jenjang mencapai 17.827 siswa. Sementara jumlah guru mencapai 1.297 orang, terdiri atas 142 guru RA, 465 guru MI, 500 guru MTs, dan 190 guru MA. Selain itu, terdapat 10 pengawas, terdiri atas 8 pengawas madrasah dan 2 pengawas Pendidikan Agama Islam.
Pada aspek sarana dan prasarana, Herry menyampaikan bahwa Kabupaten Pringsewu telah memperoleh dukungan pembangunan melalui skema Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN. Program tersebut dilaksanakan di MTsN 2 Pringsewu pada 2018 dan MTsN 1 Pringsewu pada 2022.
Selain itu, melalui Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC, telah dilaksanakan rehabilitasi pada satu madrasah swasta di Kabupaten Pringsewu pada 2025. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan peningkatan kualitas sarana pendidikan madrasah.
"Dengan jumlah lembaga, peserta didik, tenaga pendidik, serta dukungan program yang terus ditingkatkan, diperlukan penguatan kebijakan yang berkelanjutan agar madrasah semakin unggul, ramah, dan terintegrasi," kata Herry.
Zulkarnain berharap Rakorda Madrasah di Kabupaten Pringsewu menjadi ruang konsolidasi, evaluasi, dan penyamaan langkah untuk memperkuat mutu pendidikan madrasah. Ia meminta seluruh kepala madrasah menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperbaiki layanan pendidikan, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap madrasah.
"Rapat koordinasi ini penting untuk menjalin komunikasi, menyerap aspirasi, dan mencari solusi bersama. Kita ingin madrasah di Pringsewu semakin maju, tertib tata kelola, dan semakin dipercaya masyarakat," pungkas Zulkarnain.Ãâ
