Search

Kakanwil Kemenag Lampung : Moderasi Beragama Kunci Utama Hadapi Era TUNA

kakanwil-kemenag-lampung-moderasi-beragama-kunci-utama-hadapi-era-tuna
Fotografer: Humas Kanwil

Lampung (Humas) --- Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, moderasi beragama menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga keharmonisan sosial. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung, Puji Raharjo, menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai strategi untuk menghadapi tantangan era TUNA yang meliputi Turbulent (Keguncangan), Uncertain (Ketidakpastian), Novel (Kebaruan), dan Ambiguous (Ambiguitas).

Dalam acara Sosialisasi Moderasi Beragama Bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampungyang digelar pada Kamis (29/8) di Uluan Nughik, Tulang Bawang Barat, Puji Raharjo mengungkapkan, "Moderasi beragama adalah kunci utama untuk menghadapi era TUNA. Dengan moderasi beragama, kita dapat mengelola perbedaan dan menjaga persatuan di tengah situasi yang penuh ketidakstabilan."

Puji Raharjo menjelaskan bahwa era TUNA menghadapkan masyarakat pada berbagai tantangan. "Turbulency atau keguncangan mencerminkan lingkungan yang tidak stabil dan penuh gangguan. Ketidakpastian mengacu pada informasi yang tidak lengkap, sementara kebaruan menghadirkan elemen baru yang memerlukan adaptasi. Ambiguitas menyulitkan pemahaman karena informasi yang tidak jelas," katanya.

Lebih lanjut, Puji Raharjo menyatakan bahwa moderasi beragama memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan-tantangan ini. "Moderasi beragama mengajarkan kita untuk mengedepankan dialog, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan. Ini adalah cara untuk mencegah konflik dan membangun harmoni di tengah keberagaman," ujarnya.


Dia menambahkan bahwa radikalisme dan ekstremisme merupakan ancaman yang serius dalam era ini. Oleh karena itu, moderasi beragama harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar sebagai konsep. "Moderasi beragama adalah sikap dan praktik beragama yang menjaga martabat kemanusiaan dan menciptakan kemaslahatan umum. Ini adalah langkah yang harus diambil oleh seluruh elemen masyarakat," jelasnya.

“Moderasi beragama itu adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa,” jelasnya.

Puji Raharjo juga menyoroti bahwa moderasi beragama telah dimasukkan sebagai bagian penting dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. "Pemerintah menyadari bahwa menjaga kerukunan umat beragama dan menciptakan suasana damai adalah prasyarat bagi pencapaian tujuan pembangunan nasional. Moderasi beragama menjadi salah satu pilar utama untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keragaman," ujarnya.

Dalam penutupan pernyataannya, Puji Raharjo mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan pelajar, untuk berperan aktif dalam mengimplementasikan moderasi beragama. "Kita harus memanfaatkan teknologi secara bijak dan menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan pesan-pesan moderasi beragama. Dengan demikian, kita dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis," pungkasnya.(Anggithya/R.Hasby)


Editor: Humas Kanwil
Copyright : Datin Kanwil